PREDIKSI UN EKONOMI 2010 PAKET 1

SOAL TRYOUT UJIAN NASIONAL SMA/MA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Program : XII / IPS
Penyusun : Drs.Sumarno
Waktu : 120 Menit
Paket : 1 ( satu )
————————————————————————————————————

1. Berikut ini permasalahan ekonomi yang terjadi di masyarakat :
1. kelangkaan barang dan jasa
2. kesempatan kerja
3. teknologi dalam menghasilkan barang dan jasa
4. peyaluran barang dan jasa
5. pemerataan pendapatan
Yang termasuk dalam permasalahaan pokok ekonomi adalah….
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 4
C. 1, 3, dan 5
D. 2, 4, dan 5
E. 2, 3, dan 4

2. Dalam mengatasi persoalan sumber daya yang semakin langka perlu dilakukan tindakan yang paling tepat. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah….
A. memanfaatkan sumberdaya alam secara selektif dengan mempertimbangkan ke
lestaeriannya agar anak cucu kita dapat menikmatinya.
B. berupaya tidak menggunakan sumber daya alam dalam memenuhi kebutuhan
manusia, karena sumber daya alam harus dilestarikan
C. menggunakan sumber daya alam yang ada secara maksimal untuk memenuhi
kebutuhan manusia dalam rangka mencapai kemakmuran
D. sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara besar-besaran mengingat kebu
tuhan selalu bertamabah terus
E. sumber daya alam dapat kita manfaatkan secara besar-besaran karena memang
diciptakan oleh tuhan untuk kehidupan manusia

3. Di bawah ini beberapa kebaikan sistem ekonomi
1. Setiap individu bebas memiliki alat produksi
2. Produksi dilakukan berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat
3. Pemerintah dapat menentukan jenis produksi
4. Adanya persaingan antar pengusaha mendorong kemajuan
5. Mudah mengadakan pengendalian dan pengawasan
Yang merupakan kebaikan sistem ekonomi pasar adalah….
A. 1, 2 dan 3
B. 1, 2 dan 4
C. 2, 3 dan 4
D. 2, 3 dan 5
E. 3, 4 dan 5

4. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
1. Selera masyarakat
2. Barang distribusi
3. Kemajuan teknologi
4. Sumber produksi
5. Prediksi harga akan naik
6. Pendapatan masyarakat meningkat
7. Munculnya produsen baru
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah….
A. 1, 2 dan 4
B. 2, 3 dan 5
C. 3, 5 dan 6
D. 3, 5 dan 7
E. 4, 6 dan 7

5. Perhatikan tabel harga, permintaan dan penawaran suatu barang

Harga Jumlah yang diminta Jumlah yang ditawarkan
Rp.100,00 5.000 unit 1.000unit
Rp 200,00 4.500 unit 2.000 unit
Rp 300.00 4.000 unit 2.750 unit
Rp 400,00 3.750 unit 3.750 unit
Rp 500,00 3.500 unit 4.500 unit
Rp 600,00 2.500 unit 5.500 unit
Berdasarkan tabel tersebut di atas keseimbangan harga terjadi pada saat harga sebesar ….
A. Rp 600,00
B. Rp 500,00
C. Rp 550,00
D. Rp 400,00
E. Rp 350,00

6 Diketahui fungsi permintaan Qd = -4P + 2200 dan fungsi penawarannya ditujukkan Qs = 4P – 800 dari data tersebut harga dan jumlah keseimbangan adalah….
A. P = 800 Q = 1500
B. P = 750 Q = 1200
C. P = 450 Q = 950
D. P = 375 Q = 700
E. P = 300 Q = 500

7. Perhatikan metrik/ tabel berikut

A B C
1.menghasilkan barang dan
Jasa

2.permintaan dari produsen

3.imbalannya berupa gaji 1.penawaran berasal
dari Rumah tangga
produsen.
2.pendapatan berasal
dari hasil penjualan
barang.
3.pendapatan berupa
sewa 1.permintaan dari rumah
Tangga konsumen

2.penawarannya berasal da
ri rumah tangga Konsu
men
3.pendapatan dari hasil
Penjualan jasa.
Berdasarkan metrik/tabel di atas,yang merupakan ciri dari pasar input adalah ….
A. A1, B1, dan C1
B. A2, B3, dan C2
C. A3, B2, dan C3
D. A1, B2, dan C1
E. A3, B3, dan C3

8. Berikut ini adalah ciri-ciri pasar barang ( output )
1. Dalam pasar hanyaterdapat beberapa pembeli
2. Barang yang diperjualbelikan sejenis dan homogen
3. Harga barang ditentukan oleh kekuatan pasar
4. Terdapat unsur persaingan diantara pembeli untuk mendapatkan barang
5. Penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar
6. Tidak ada campur tangan pemerintah.
Yang merupakan ciri-ciri pasar oligopsoni adalah ….
A. 1, 2, dan 3
B. 2, 4, dan 6
C. 3, 5,dan 6
D. 4, 3, dan 2
E. 4, 2, dan 1

9. Dengan mmenggunakan metode pendekatan pendapatan, besarnya pendapatan nasional akan sama dengan….
A. jumlah produksi barang dan jasa
B. C + I + G + X-M
C. Sewa + Bunga + Upah + profit
D. Jumlah produksi + upah pengusaha
E. Jumlah Investasi yang dilakukan oleh masyarakat

10. Konsep pendapatan nasional dapat dirumuskan ….
A. GNP > NNP > PI > DI > NI
B. GNP > NI > NNP > DI > PI
C. GNP > NNP > NI > PI > DI
D. GNP > NNI > PI > NI > DI
E. GNP > NNI > DI > NI > PI
11. Beberapa negara di Asia karena krisis global mengalami inflasi yang cukup tinggi kondisi ini akan ….
A. menguntungkan bagi kelompok masyarakat yang berpenghasilan tetap .
B. menguntungkan bagi kelompok debitur bank meskipun dengan bunga rendah
C. merugikan bagi peminjam dana dibank meskipun dengan bunga rendah
D. menguntungkan bagi pihak kreditur meskipun dengan tingkat bunga rendah
E. tidak berpengaruh pada kelompok masyarakat berpendapatan kecil karena har
ga barang-barang relatif murah.

12. Pak Slamet dengan penghasilan Rp 2.400.000,00 dapat menabung Rp 150.000,00 bila pendapatannya naik menjadi Rp 2.800.000,00 diperkirakan dapat menabung
Rp 300.000,00. Karena sesuatu hal ( kesalahan berat) pak Slamet di PHK tanpa mendapat pesangon. Besarnya konsumsi pak Slamet dalam keadaan menganggur karena di PHK adalah….. ( C = a + bY )
A. Rp 2.500.000,00
B. Rp 2.000.000,00
C. Rp 1.500.000,00
D. Rp 750.000,00
E. Rp 500.000,00

13. Pak Santoso sudah bosan dengan mobilnya, ia bermaksud menukarkan mobilnya dengan mobil seri terbaru.Pada saat bincang-bincang di dealer mobil, mobil pak Santoso dihargai Rp.95.000.000,00 dan mobil barunya seharga Rp135.000.000,00
Sehingga pak Santoso akan menambah kekuranggannya.
Ilustrasi d iatas menggambarkan fungsi uang sebagai….
A. alat tukar
B. penyimpan kekayaan
C. alat pembayaran
D. pembayaran yang ditangguhkan
E. Satuan hitung atau Standar Nilai

14. Bank sentral melakukan penjualan dan pembelian surat-surat berharga di pasar modal. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjaga kesetabilitas arus uang dan arus barang dalam perekonomian. Kebijakan bank sentral ini disebut ….
A. sanering
B. politik diskonto
C. Politik Cash ratio
D. kebijakan kredit selektif
E. Politik pasar terbuka

15. Perhatikan fungsi-fungsi bank berikut ini :
1. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran
2. Menghimpun dana dari masyarakat
3. Mengatur dan mangawasi bank
4. Menyalurkan kredit kepada masyarakat
5. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
Fungsi diatas yang merupakan fungsi bank sentral adalah….
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 5
C. 2, 4, dan 5
D. 2, 3, dan 4
E. 3, 4, dan 5

16. Kesempatan kerja adalah….
A. jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat, baik yang telah ditem
Pati maupun yang masih kosong.
B. tenaga kerja yang dapat bekerja di seluruh bidang usaha
C. tenaga kerja yang aktif ikut menyumbangkan tenaganya atau sedang mencari
Pekerjaan.
D. Pertumbuhan penduduk yang lebih besar dari pada lapangan kerja sehingga
lapangan kerja sangat terbatas.
E. Suatu keadaan di mana terdapat tenaga kerja yang siap dan sanggup bekerja

17. Berikut ini ciri-ciri pertumbuhan dan pembangunan ekonomi
1. Kenaikan output berupa barang dan jasa
2. Peningkatan GNP dari tahun ke tahun disertai perubahan struktur ekonomi
3. Kenaikan GNP dengan tidak memperhatikan perubahan jumlah penduduk
4. Kenaikan GNP disertai peningkatan kesejahteraan
Yang merupakan ciri-ciri pembangunan ekonomi adalah….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

18. Berikut ini adalah sumber-sumber penerimaan pemerintah
1.Pajak Penghasilan ( PPh)
2.Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB)
3.Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB)
4.Pajak Reklame
5.Pajak Tontonan
Dari data tersebut yang merupakan sumber pendapatan Pemerintah Daerah adalah….
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 5
D. 3, 4, dan 5
E. 5, 4, dan 1

19. Bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas perekonomian.Ini merupakan salah satu dari fungsi APBN yaitu….
A. fungsi otorisasi
B. fungsi perencanaan
C. fungsi distribusi
D. fungsi pengawasan
E. fungsi alokasi

20. Pak Bejo seorang karyawan swasta dengan gaji sebulan Rp 2.500.000,-pak bejo telah kawin dan punya anak 2 orang.Menurut peraturan menteri keuangan No.137/PMK.03/2005.besarnya PTKP :
1. Untuk wajib pajak Rp 13.200.000,00
2. Tambahan wajib pajak yang kawin Rp 1.200.000,00
3. Tambahan untuk setiap keluarga Rp 1.200.000,00 per orang maksimum3 orang
Berdasarkan data tersebut diatas pajak terutang pak Bejo per bulan adalah….
A. Rp 55.000,00
B. Rp 66.000,00
C. Rp 76.000,00
D. Rp 86.000,00
E. Rp 96.000,00

21. Pak Sukarman mempunyai obyek pajak berupa :
1. sebidang tanah panjang 30 m lebar 25 m
2. bangunan gedung seluas 300 m persegi
Nilai jual obyek pajak ( NJOP ) :
-Tanah Rp. 1.000.000,00 per m2
– Bangunan Rp 3.000.000,00 per m2
Dasar pengenaan pajak ditentukan 20 % dari Nilai jual kena pajak
Besarnya pajak terutang pak Sukarman adalah ….
A. Rp 16.500.000,00
B. Rp 6.500.000,00
C. Rp. 6.000.000,00
D. Rp. 1.650.000,00
E. Rp 1.600.000,00

22. Salah satu faktor yang mendukung terjadinya perdagangan Internasional yaitu ….
A.memperoleh keuntungan bagi kedua belah pihak
B.memperoleh barang –barang langka
C.Salah satu pihak memperoleh keuntungan
D.meningkatkan nilai import
E. memperoleh barang import dengan kualitas tinggi

23. Perhatikan metrik ciri-ciri pasar modal

A B C
1. Harga saham tetap

2. Tempat jual beli saham

3.Jangka waktu terbatas 1.Hanya untuk beli sa
ham saja
2.Harga saham berfluk
tuasi
3.Tidak dikenakan kena
kan komisi 1.Jangka waktu tdk.terba
tas.
2.Dikenakan komisi

3.Pesan saham melalui
agen penjual
Berdasarkan metrik tersebut di atas yang masuk ciri –ciri pasar Perdana adalah….
A. A1, B1, C3
B. A2, B2, C2
C. A3, B3, C3
D. A3, B2, C2
E. A2, B2, C1

24. Selain harus berkarakter baik seorang wirauasha perlu memiliki pengetahuan mengenai ….
A. ketrampilan memroses produk
B. memasarkan produk
C. manajemen usaha dan organisasi
D. pendistribusian produk
E. mempromosikan produk

25. Sejumlah uang yang sama yang harus dibayarkan kepada koperasi oleh anggota hanya sekali selama menjadi anggota koperasi disebut ….
A. Simpanan wajib
B. Simpanan Pokok
C. Simpanan Sukarela
D. Hibah
E. Sumbangan

26. Perusahaan jasa angkutan “Setia Taksi” pada awal berdirinya tercatat transaksi sebagai berikut :
1. Setia menyerahkan uang sebesar Rp70.000.000,00 dan sebuah kendaraan sehar-
ga Rp 80.000.000,00 sebagai modal awal
2. Perusahaan SETIA TAKSI membeli kendaraan seharga Rp 100.000.000,00
Dibayar tunai 50 % ,sisanya dianggsur 5 kali.
3. Dibeli perlengkapan secara kredit seharga Rp 500.000,00
4. Diterima setoran pendapatan dari jasa angkutan penumpang sebesar Rp150.
000,00
Dari transaksi di atas dicatat dalam persamaan dasar akuntansi yang benar adalah….

A. Persamaan dasar akuntansi ( dlm. ribuan Rupiah )
No Kas Perlengkapan Kendaraan Utang dagang Modal Setia Keterangan
1 70.000 80.000 150.000 Modal awal
2 (50.000) 100.000 50.000
3 (500) 500 – – – –
4 150 – – – 150 pendapatan

B. Persamaan dasar akuntansi ( dlm. ribuan Rupiah )
No Kas Perlengkapan Kendaraan Utang dagang Modal Setia Keterangan
1 70.000 80.000 150.000 Modal awal
2 (50.000) 100.000 50.000
3 500 – 500 – –
4 150 – – – 150 pendapatan

C. Persamaan dasar akuntansi ( dlm. ribuan Rupiah )
No Kas Perlengkapan Kendaraan Utang dagang Modal Setia Keterangan
1 70.000 80.000 150.000 Modal awal
2 (100.000) 100.000
3 500 – 500 – –
4 150 – – – 150 pendapatan

D. Persamaan dasar akuntansi ( dlm. ribuan Rupiah )
No Kas Perlengkapan Kendaraan Utang dagang Modal Setia Keterangan
1 70.000 80.000 150.000 Modal awal
2 (100.000) 100.000
3 500 – 500 – –
4 150 – – 150 pendapatan

E.Persamaan dasar akuntansi ( dlm. ribuan Rupiah )
No Kas Perlengkapan Kendaraan Utang dagang Modal Setia Keterangan
1 70.000 80.000 150.000 Modal awal
2 (100.000) 100.000 50.000
3 500 – 500 – –
4 150 – – 150 pendapatan

27. Tanggal 2 Februari Ahmat memulai usaha dengan membuka usaha jasa Transportasi dengan harta berupa Uang tunai sebesar Rp 500.000,00 Gedung bernilai Rp 50.000.000,00 dan kendaraan yang dinilai Rp 40.000.000,00
Jurnal umum transaksi tersebut adalah ….
A. Kas ………………………. Rp 90.500.000,00
Modal Ahmad ……………………………. Rp 90.500.000,00

B. Modal Ahmad ………. Rp.90.500.000,00
Kas……………………………………………… Rp 90.500.000,00

C. Modal Ahmad ……….. Rp 90.500.000,00
Kas ……………………………………………. Rp 500.000,00
Gedung……………………………………….. Rp 50.000.000,00
Kendaran ……………………………………. Rp 40.000.000,00

D. Kas ……………………….. Rp 500.000,00
Gedung …………………. Rp 50.000.000,00
Kendaraan …………….. Rp 40.000.000,00
Modal Ahmad …………………………….. Rp 90.500.000,00

E. Kas …………………….. Rp 500.000,00
Gedung………………. Rp 50.000.000,00
Perlengkapan ……… Rp 40.000.000,00
Modal Ahmad ………………………………Rp 90.500.000,00

28. Dalam daftar sisa per 31 Desember 2008 terdapat akun sewa dibayar di muka
Rp 1.200.000,00 Data penyesuaian menyatakan sewa tersebut di bayar 1 Mei 2008 untuk masa satu tahun. Berdasarkan data tersebut jurnal penyesuaiannya per 31 desember 2008 adalah….

A. Beban sewa ……………………. Rp 700.000,00
Sewa dibayar di muka …………………………. Rp 700.000,00

B. Sewa dibayar di nmuka ……..Rp 400.000,00
Beban Sewa ……………………………………….. Rp 400.000,00

C. Beban Sewa …………………… Rp. 800.000,00
Sewa dibayar di muka …………………………..Rp 800.000,00

D. Sewa dibayar di muka …….. Rp 800.000,00
Beban Sewa. ……………………………………….Rp 800.000,00

E. Beban Sewa ……………………. Rp 400.000,00
Sewa dibayar di muka ………………………. Rp 400.000,00

29. Perhatikan jurnal umum sebagian di bawah ini !

JURNAL UMUM Hal. 1
Tgl. Keterangan Ref Debit Kredit
5/4/2008 Kas
Pendapatan Jasa 111
411 Rp 4000.000,-

Rp 4000.000,-
7/4/2008 Sewa dibayar dimuka
Kas 114
111 Rp 1.200.000,-
Rp 1.200.000,-
Posting dari jurnal yang benar adalah….
A. Kas 111
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
D K
5/4/08 Ju1 4000.000 4000.000
7/4/08 Ju1 – 1.200.000 1.200.000

B Kas 111
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
D K
5/4/08 Ju1 4000.000 4000.000
7/4/08 Ju1 – 1.200.000 5.200.000

C. Pendapatan Jasa 114
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
D K
5/4/08 Ju1 4.000.000 – 4.000.000

D Sewa dibayar di muka 411
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
D K
5/4/08 Ju1 1.200.000 – 1.200.000

E. Kas 111
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
D K
5/4/08 Ju1 4000.000 4000.000
7/4/08 Ju1 – 1.200.000 2.800.000

30. Perhatikan Sebagian kertas Kerja dari ” SETIA TAKSI ” per 31 – Des. 2008

No. Nama Akun Laba / Rugi
D K
401 Pendapatan Jasa – 34.800.000,00
502 Beban Gaji 4.500.000,00
503 Beban perlengkapan kantor 1,600.000,00
504 Beban Penyst. Peralatan Kantor 2.000.000,00
402 Pendapatan bunga 1.200.000,00

Berdasarkan kertas kerja sebagian di atas Persh. SETIA TAKSI maka…..
A. Laba Rp 36.000.000,00
B. Laba Rp 27.900.000,00
C. Rugi Rp 27.900.000,00
D. Laba Rp 26.700.000,00
E. Rugi Rp 26.700.000,00

31. Perhatikan transaksi berkut :
Tgl. 1 Juni dijual tunai barang dagang seharga Rp. 500.000,-
Tgl. 3 Juni dijual per kas barang dagang seharga RP 10.000,-
Tgl. 5 Juni dijual barang dagang seharga Rp 150.000,- dengan syarat 2/10 n/30
Tgl 10 Juni dijual secara kredit barang dagang seharga Rp 2.500.000,00
Tgl 12 Juni Di Beli peralatan kantor seharga Rp 500,000,- dibayar kemudian
Dari transaksi di atas yang dicatat dalam jurnal penjualan adalah transaksi tanggal….
A. tgl.1 dan tgl 3
B. tgl 3 dan tgl 5
C. tgl 5 dan tgl.10
D. tgl 5, 10 dan tgl 12
E. tgl 12.

32. Perhatikan Jurnal penjualan berikut !

Tgl Debitur Syarat/ faktur Ref Jumlah
2 / 3/ 09 PD. Abadi 2/10.n/30 Rp.200.000,00
15 /3/09 PD.Santosa Fak.No 245 Rp 100.000,00
25/3/ 09 Ahmad Nurdin 2/10. n/30 RP 50.000,00

Berdasarkan buku jurnal di atas posting ke buku besar utama yang benar adalah….
A. PD.Abadi (D) Rp Rp200.000,00
B. PD Santosa (K) Rp 100.000,00
C.Ahmad Nurdin (D) Rp 50.000,00
D.Utang ( K ) Rp 350.000,00
E.Penjualan ( K ) Rp 350.000,00

33. Perhatikan Tabel berikut :
A B C
1.Pembelian

2.Ongkos penjualan

3.Persediaan barang da
gang 1.Pot. Penjualan

2.Pot. Pembelian

3.retur pembelian 1.Retur penjualan

2.Ongkos angkut Pembe
lian.
3.Penjualan

Dari tabel diatas yang termasuk unsur-unsur Harga pokok penjualan adalah…..
A. A1, B2 dan C2
B. A2, B2, dan C2
C. A3, B3, dan C3
D. A3, B2, dan C1
E. A2, B3, dan C2

34. Perhatikan Kertas kerja sebagian berikut ! ( dalam ribuan)
No Akun N. Sisa A J P N S D P Laba/Rugi Neraca
D K D K D K D K D K
1 Piutang 20 – – – 20 – 20 – 20
2 Peralatan 15 – – – 15 – – — 15 –
3 Penjualan 25 25 25 – –
4 Pembelian 30 – – – 30 30 –
5 Pot.Pembelian 5 5 5
6 Beban Gaji 6 6 6 6

Pencatatan kertas kerja yang benar adalah….
A. 1, 2, dan 3
B. 2, 3, dan 4
C. 3, 4, dan 5
D. 4, 5, dan 6
E. 5, 4, dan 2

35. Sebagian data PD.Trio Label sebagai Berikut
• Penjualan bersih ……………………………….Rp 14.000.000,00
• Potongan Penjualan …………………………..Rp 200.000,00
• Persediaan barang dagang awal …………..Rp 2.000.000,00
• Persediaan barang dagang akhir…………..RP 1.750.000,00
• Pembelian bersih ……………………………… Rp 10.000.000,00
• Retur pembelian ………………………………..Rp 1.500.000,00
• Potongan Pembelian …………………………..Rp 500.000,00
Dari data di atas laba kotor PD. Trio Label adalah….
A. Rp 6.750.000,00
B. Rp.4.000.000,00
C. Rp.3.750.000,00
D. Rp 3.550.000,00
E. Rp 2,550.000,00
36. Perusahaan Abadi Jakarta mempunyai data-data sebagai berikut :
Persediaan barang ( 1 Januari 2008) Rp 10.000.000,00
Persediaan barang ( 31 Desember 2008) Rp 2.000.000,00
Penjualan Rp 5.000.000,00
Pembelian Rp 30.000.000,00
Retur Pembelian Rp 1.000.000,00
Potongan Pembelian Rp 500.000,00
Beban angkut pembelian Rp 1.500.000,00
Harga Pokok Penjualan Barang dagang adalah….
A. Rp 35.000.000,00
B. Rp 36.000.000,00
C. Rp 38.000.000,00
D. Rp 40.000.000,00
E. Rp 42.000.000,00

37. Perhatikan Neraca Saldo sebagian per 31 Desember 2008

No.Akun Akun Debit
( Rp ) Kredit
( Rp )
104 Persediaan Barang Dagang 6.000.000
501 Pembelian 4.000.000
502 Retur Pembelian 2.00.000
503 Potongan Pembelian 3.00.000
504 Beban Angkut pembelian 1.000.000
Persediaan barang dagang per 31 Desember 2008 adalah Rp7000.000,00
Dengan pendekatan HPP jurnal penyesuaian yang tidak benar adalah ….
A. Persediaan barang dagang………. Rp 6.000.000,00
Harga pokok penjualan ……………………………… Rp 6.000.000,00
B. Retur Pembelian d.p.h …………….. Rp 200.000,00
Harga Pokok Penjualan ………………………. Rp 200.000,00
C. Harga Pokok Penjualan …………Rp 4.000.000,00
Pembelian Barang Dagang …………………… Rp 4.000.000,00
D. Harga Pokok Penjualan …………Rp 1.000.000,00
Beban Angkut Pembelian …………………….. Rp 1.000.000,00
E. Potongan Pembelian …………… Rp 300.000,00
Harga Pokok Penjualan ……………………… Rp 300.000,00

38 Pada neraca saldo per 31 Desember terdapat akun persediaan barang dagang
Rp 50.000,- Data penyesuaian dinyatakan persediaan barang dagangan yang
ada sebesar Rp75.000,00. Berdasarkan data di atas jurnal penyesuaian dengan pen
dekatan Ikhtisar laba/rugi adalah…
A. persedian barang dagang………… Rp 75.000,00
Iktisar laba/rugi ……………………………………..Rp 75.000,00
Ikhtisar Laba/rugi …………………. Rp 50.000,00
Persediaan barang dagang ……………………… Rp 50.000,00
B. Ikhtisar laba/rugi …………… Rp 75.000,00
Persediaan barang dagang ………… Rp 75.000,00
Persediaan barang dagang …. Rp 50.000,00
Ikhtisar laba /rugi ……………………….. Rp 50.000,00

C. Persediaan barang dagang Rp 75.000,00
Ikhtisar laba/rugi ………………………….Rp 75.000,00
Persediaan barang dagang ……Rp 50,000,00
Ikhtisar laba/rugi ………………………… Rp 50.000,00.

D. Ikhtisar laba/rugi ……………… Rp 75.000,00
Persediaan barang dagang …………………..Rp 75.000,00
Ikhtisar laba/rugi ………………. Rp 50.000,00
Persediaan barang dagang …………………. Rp 50.000,00

E.Ikhtisar laba /rugi ………………. Rp 25.000,00
Persediaan barang dagang …………………..Rp. 25.000,00

39. Perhatikan data akun PD. Abadi Jaya berikut ini
Kas ………………………. Rp. 75.000,00
Modal awal …………… Rp. 250.000,00
Prive ……………………. Rp 15.000,00
Modal Akhir ………. Rp 300.000,00
Laba/Rugi PD.Abadi Jaya adalah….
A. laba ………………. Rp 140.000,00
B. laba ……………… Rp.125.000,00
C. laba ………………. Rp 110.000,00
D. laba ……………….. Rp 65.000,00
E. laba …………………. Rp 50.000,00

40. Sebagian data yang terdapat dalam kolom laba / rugi kertas kerja PD Elok adalah
sebagai berikut ;
No Nama Akun Laba / Rugi
Debet Kredit
411 Pendapatan bunga – Rp3.500.000,00
501 Pembelian Rp.6.000.000,00 –
502 Beban angkut pembelian Rp. 300.000,00 –
601 Beban gaji Rp10.000.000,00 –
Berdasarkan kertas kerja sebagian di atas maka jurnal penutup yang dibuat oleh PD Elok adalah
1. Ikhtisar laba / rugi Rp3.500.000,00 –
Pendapatan bunga – Rp3.500.000,00
2. Pembelian Rp6.000.000,00 –
Ikhtisar laba / rugi – Rp6.000.000,00

3. Ikhtisar laba / rugi Rp300.000,00 –
Beban angkut pembelian – Rp300.000,00
4. Ikhtisar laba/ rugi Rp10.000.000,00 –
Beban gaji – Rp10.000.000,00
Jurnal penutup di atas yang benar adalah….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

KUNCI JAWABAN TRYOUT UJIAN NASIONAL
TAHUN PALAJARAN 2009 – 2010

===============================================================

Mata Pelajaran : Ekonomi
Tahun Pelajaran : 2009-2010
Penyusun : Drs. Sumarno
Paket Soal : 1 ( satu )

1 B 11 B 21 D 31 C

2 A 12 D 22 A 32 E

3 B 13 E 23 A 33 A

4 D 14 E 24 C 34 E

5 D 15 B 25 B 35 C

6 D 16 A 26 B 36 C

7 B 17 D 27 D 37 A

8 E 18 D 28 C 38 A

9 C 19 E 29 E 39 D

10 C 20 A 30 B 40 E

PREDIKSI UN EKONOMI 2010

PREDIKSI UN EKONOMI SMA 2010¬
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/ Program : XII / IPS
W a k t u : 120 Menit
Penyusun : Drs. Sumarno
P a k e t : 2 ( dua )

1. Dalam mengatasi persoalan sumber daya alam yang semakin langka perlu dilakukan tindakan yang paling tepat. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah….
a. menggunakan sumber daya alam yang ada secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka mencapai kemakmuran.
b. memanfaatkan sumber daya alam secara selektif dengan mempertimbangkan kelestaiannya, agar anak cucu kita dapat menikmatinya.
c. berupaya tidak menggunakan sumber daya alam dalam memenuhi kebutuhan manusia, karena sumber daya alam harus dilestarikan.
d. sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara besar-besaran mengingat kebutuhan manusia selalu berkembang terus.
e. sumber daya alam dapat kita manfaatkan secara besara-besaran karena memang diciptakan oleh Tuhan untuk kehidupan manusia.

2. Perhatikan matrik di bawah ini:
A B C
1. Kemajuan teknologi.
2. Bencana alam
3. Sifat manusia 1. Pertambahan penduduk
2. Adat istiadat
3. Keterbatasan SDA 1. Ketidaksabaran manusia
2. Modis
3. Alam dan lingkungan
Berdasarkan tabel di atas yang merupakan penyebab keterbatasan sumber daya adalah….
a. A1, B1 dan C2 d. A2, B2 dan C3
b. A1, B3 dan C1 e. A3, B1 dan C2
c. A2, B3 dan C1

3. Di bawah ini beberapa kelemahan dalam sistem ekonomi:
1. Hak milik perorangan tidak diakui.
2. Ada peluang terjadi monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
3. Tidak mendorong perkembangan potensi dan kreativitas masyarakat.
4. Kepentingan pribadi lebih dominan daripada kepentingan masyarakat.
Kelemahan di atas yang merupakan kelemahan sistem terpusat adalah….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 1 dan 4

4. Perhatikan grafik di bawah:
P

P1 E

P2

0 Q1 Q

Berdasarkan grifik di atas yang merupakan daerah premi konsumen adalah….
a. P1, P2, E d. P2, Q1, E
b. P, P1, E e. P, Q1, 0
c. P, P2, E

5. Tabel Permintaan
Harga perunit Jumlah Permintaan
Rp800,00
Rp1.200,00 40 unit
38 unit
Berdasarkan data di atas maka besarnya koefisien elastisitas permintaan adalah….
a. 0,10 d. 0,16
b. 0,11 e. 0,26
c. 0,15

6. Tabel harga, penawaran dan permintaan suatu barang di Pasar Burung Pramuka.
Harga Jumlah Penawaran Jumlah Permintaan
Rp.500,00 40 unit 100 unit
Rp.600,00 50 unit 90 unit
Rp.700,00 60 unit 80 unit
Rp.800,00 70 unit 70 unit
Rp.900,00 80 unit 60 unit
Rp.1.000,00 90 unit 50 unit
Rp.1.100,00 100 unit 40 unit
Berdasarkan tabel di atas kurva keseimbangan pasar yang benar adalah….
a. d
1.100 100

800 70

500

0 70 0 800

b. e
1.100 1.100

500 800

0 70 0 40 100

c.
100

70

40

0 500 1.100

7. Di bawah ini adalah ciri-ciri pasar output:
1. penjual bebas keluar masuk pasar.
2. jumlah penjual dan pembeli banyak
3. hanya ada satu pembeli
4. terdapat beberapa produsen
5. barang yang diperjual belikan bersifat homogin.
Ciri di atas yang merupakan ciri dari pasar persaingan sempurna adalah….
a. 1, 2 dan 3 d. 2, 4 dan 5
b. 1, 2 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4

8. Dalam pasar persaingan sempurna proses terbentuknya pasar tenaga kerja adalah….
a. tenaga kerja bebas melakukan penawaran dan tidak terikat oleh organisasi pekerja.
b. penawaran tenaga kerja tidak secara individu, tetapi tergabung dalam organisasi pekerja.
c. permintaan tenaga kerja dilakukan secara kolektif oleh perusahaan yang tergabung dalam serikat pengusaha.
d. Tenaga kerja dan pengusaha sama-sama tergabung dalam organisasinya masing-masing.
e. Perekrutan tenaga kerja dilakukan dengan mediator pemerintah sehingga tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan.

9. Negara Y mempunyai data dalam milyar rupiah sebagai berikut:
Jumlah produksi perusahaan dalam negeri 156.900
Jumlah produksi perusahaan asing 45.570
Jumlah produksi warga negara di negara asing 89.300
Penyusutan dan replacment 30.000
Pajak tidak langsung 26.400
Berdasarkan data di atas maka besarnya produk nasional brutto atau gross national product adalah….
a. 56.770 milyar d. 170.630 milyar
b. 109.570 milyar e. 246.200 milyar
c. 144.230 milyar

10. Negara Philipina sedang dilanda inflasi yang cukup tinggi sebesar 35 % dalam jangka waktu yang berkepanjangan. Dalam kondisi yang demikian maka pihak yang diuntungkan adalah para….
a. konglomerat Philipina yang pada umumnya senang menyimpan kekayaannya di bank dengan tingkat bunga yang rendah dan tetap.
b. nelayan kelas menengah ke bawah karena mereka dirangsang dengan modal pinjaman pemerintah dengan suku bunga yang relatif sangat rendah dibandingkan tingkat suku bunga bank.
c. pegawai pemerintahan yang rata-rata dengan tingkat gaji yang sangat tinggi, meskipun kenaikan gaji diperhitungkan setiap 5 tahun sekali.
d. petani beras di Philipina mulai cenderung menjual tanahnya karena permintaan areal tanah untuk industri yang cukup tinggi sehingga harga tanah naik 20%.
e. Lembaga keuangan swasta yang telah terlanjur memberikan pinjaman dengan tingkat bunga rendah dan tetap kepada perusahaan leasing.

11. Pola konsumsi keluarga Ibu Emi dinyataka dalam suatu fungsi konsumsi C = Rp1.000.000,00 + 0,75 Y. Jika dalam satu bulan keluarga Ibu Emi melakukan konsumsi sebesar Rp7.000.000,00, maka besar- nya tabungan Ibu Emi adalah…
a. Rp1.000.000,00 d. Rp8.000.000,00
b. Rp5.250.000,00 e. Rp8.100.000,00
c. Rp6.250.000,00

12. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan motif memiliki uang tunai
1. kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat insidentil
2. tinggi rendahnya tingkat suku bunga bank yang berlaku.
3. keinginan untuk melakukan transaksi
4. besarnya pendapatan masyarakat
Hal di atas yang merupakan faktor yang dapat mempengaruhi permintaan uang adalah….
a. 1 dan 3 d. 2 dan 3
b. 1 dan 4 e. 2 dan 4
c. 1 dan 4

13. Perhatikan matrik di bawah:
A B C
1. Menghimpun dana dari masyarakat.
2. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter 1. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
2. Menyalurkan dana kepada masyarakat 1. Melakukan transfer dana
2. Mengatur dan mengawasi perbankan
Berdasarkan matrik di atas yang termasuk tugas Bank umum adalah….
a. A1, B1 dan C1 d. A2, B1 dan C2
b. A1, B2 dan C1 e. A2, B2 dan C2
c. A1, B2 dan C2

14. Perhatikan matrik di bawah ini:
A B C
1. Menjual surat berharga.
2. Menaikan pajak
3. Menurunkan cash ratio 1. Menaikan suku bunga bank
2. Membeli surat berharga
3. Menurunkan pajak 1. Menaikan cash ratio
2. Mengurangi belanja negara
3. Menurunkan suku bunga bank
Berdasarkan matrik di atas yang merupakan kebijakan moneter untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat adalah….
a. A1, B1 dan C1 d. A2, B3 dan C2
b. A1, B1 dan C2 e. A3, B3 dan C3
c. A2, B2 dan C3

15. Di bawah ini adalah keberhasilan dan kegagalan pembangunan ekonomi di Indonesia :
1. Menurunnya tingkat kelahiran yang merupakan keberhasilan program keluarga berencana yang dicanangkan sejak tahun 1970 an.
2. Pemerataan pendapatan nasional masih sangat mencolok antara masyarakat bawah dengan masyarakat menengah ke atas.
3. Meningkatnya masyarakat melek huruf akibat suksesnya program wajib belajar 9 tahun pada akhir-akhir ini.
4. Tingkat inflasi yang masih cukup tinggi sangat dirasakan oleh masyarakat kelas bawah terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Gambaran di atas yang merupakan kegagalan pembangunan ekonomi di Indonesia adalah….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 2 dan 3

16. Pengangguran merupakan masalah yang sangat mendesak untuk diatasi. Untuk mengatasi pengangguran musiman dapat dilakukan dengan cara….
a. melatih ketrampilan di bidang lain.
b. memberikan informasi tentang lowongan kerja secara lengkap.
c. menyiapkan pola diklat sesuai dengan kebutuhan lowongan kerja.
d. merancang pola pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
e. memobilisasi tenaga kerja ke daerah lain.

17. Matrik sumber penerimaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah
A B C
1. Pajak Penghasilan
2. Pajak Kendaraan Bermotor
3. Pajak Tontonan 1. Pajak Reklame
2. Pajak Bumi dan Bangunan
3. Retribusi perparkiran 1. Retribusi sampah
2. Pajak Orang Asing
3. Pajak Pertambahan Nilai
Berdasarkan matrik di atas yang merupakan sumber penerimaan pemerintah pusat adalah….
a. A1, B2 dan C1 d. A2,B3 dan C2
b. A1, B2 dan C3 e. A3, B2 dan C3
c. A2, B1 dan C2

18. Menurut Undang-undang No. 17/ 2000 tarif pajak penghasilan pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut:
Jumlah penghasilan Tarif pajak
Sampai dengan Rp25.000.000,00 5 %
Rp25.000.000,00 s/d Rp50.000.000,00 10 %
Rp50.000.000,00 s/d Rp100.000.000,00 15 %
Rp100.000.000,00 s/d Rp200.000.000,00 25 %
Di atas Rp200.000.000,00 35 %

Bapak Priambodo mempunyai penghasilan kena pajak sebesar Rp255.000.000,00 dalam setahun. Jika dihitung berdasarkan UU No. 17/ 2000 maka besarnya pajak terutang adalah….
a. Rp50.500.000,00 d. Rp88.000.000,00
b. Rp70.000.000,00 e. Rp89.250.000,00
c. Rp80.500.000,00

19. Di bawah ini adalah karakteristik dari saham dan obligasi:
1. pendapatannya berupa deviden
2. pendapatannya berupa bunga
3. merupakan utang jangka panjang
4. sebagai tanda kepemilikan perusahaan
Karakteristik di atas yang merupakan karakteristik saham adalah….
a. 1 dan 3 d. 2 dan 4
b. 1 dan 4 e. 3 dan 4
c. 2 dan 3

20. Pak Anton akan berlibur ke Malaysia selama satu minggu, oleh sebab itu Pak Anton menukarkan uang Rp8.400.000,00 dengan ringgit. Pada hari itu kurs yang berlaku adalah kurs jual 1 ringgit = Rp2.500,00 kurs beli 1 ringgit = Rp2.300,00 dan kurs tengah 1 ringgit = Rp2.400,00. Berdasarkan harga kurs di atas maka jumlah ringgit yang akan diterima Pak Anton adalah….
a. 3.360,00 ringgit d. 3.574,47 ringgit
b. 3.428,57 ringgit e. 3.652,17 ringgit
c. 3.500,00 ringgit

21. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan melarang impor sesuatu barang tertentu. Tujuan dari kebijakan ini adalah….
a. untuk melindungi produsen dalam negeri.
b. meningkatkan ekspor Indonesia ke negara lain
c. meningkatkan pendapatan dalam negeri
d. mengurangi subsidi BBM untuk perusahaan
e. menciptakan daya saing produsen dalam negeri

22. Perhatikan tabel berikut
A B C
1. Planning
2. Leading
3. Stafing 1. Directing
2. Controlling
3. Commanding 1. Actuating
2. Coordinating
3. Organizing
Berdasarkan tabel di atas yang merupakan fungsi manajemen menurut G.R Terry adalah….
a. A1, B2, C1 dan C3 d. A2, A3, B3 dan C1
b. A1, B1, C2 dan C3 e. A3, B3, C1 dan C3
c. A2, B1, B2 dan C1

23. Di bawah ini adalah ciri-ciri perusahaan swasta:
1. tanggung jawab pemilik tidak terbatas
2. rahasia perusahaan lebih terjamin
3. modal dalam bentuk saham.
4. manajemen yang digunakan sangat profesional
5. tanggung jawab pemilik terbatas
Yang merupakan ciri dari perusahaan perseroan terbatas (PT) adalah….
a. 1, 3 dan 5 d. 2, 3 dan 5
b. 1, 4 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4

24. SMA Pangudi Rahayu Jakarta Timur baru saja mendirikan koperasi sekolah, maka yang boleh masuk sebagai anggota adalah….
a. guru-guru yang masih aktif mengajar di SMA Pangudi Rahayu
b. siswa-siswi kelas X sampai XII SMA Pangudi Rahayu yang bersedia
c. guru-guru dan kepala sekolah yang masih aktif di SMA Pangudi Rahayu
d. guru, karyawan dan kepala sekolah yang masih aktif di SMA Pangudi Rahayu
e. kepala sekolah, guru, karyawan dan seluruh siswa di SMA Pangudi Rahayu

25. Perhatikan kegiatan-kegiatan berikut:
1. Pak Santoso selaku manajer keuangan di PT Candi Sewu pada bulan Desember selalu sibuk menyusun rencana anggaran untuk tahun berikutnya.
2. Ibu Solekhah setelah pensiun mendirikan warung tegal untuk mengisi kegiatan serta menutup kebutuhan rumah tangganya.
3. Sudarto seorang siswa sebuah SMA menjadi loper koran untuk membiayai sekolahnya.
4. Hambali, Hamdani dan Handini sepakat untuk mendirikan PT yang bergerak di sektor jasa transportasi.
Kegiatan di atas yang dapat digolongkan sektor ekonomi informal adalah….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 2 dan 3

26. Service Motor Santoso pada awal berdirinya terdapat transaksi berikut:
1. Santoso menyerahkan modal sebesar Rp.6.600.000,00 dan peralatan bengkel seharga Rp.4.350.000,00.
2. Dibeli perlengkapan bengkel seharga Rp.2.500.000,00 dibayar tunai Rp.1.000.000,00 dan sisanya diangsur
3. Dibayar sewa bengkel senilai Rp.900.000,00 sebulan.
Berdasarkan transaksi di atas pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi yang benar adalah….
a. Persamaan Dasar Akuntansi (dalam ribuan rupiah)
No Kas Perlengkapan Bengkel Peralatan Bengkel Utang Usaha Modal Santoso Ket
1 6.600 – 4.350 – 10.950 Modal awal
2 (1.000) 1.000 – – – –
3 (900) – – – (900) Beban sewa

b. Persamaan Dasar Akuntansi dalam ribuan rupiah)
No Kas Perlengkapan Bengkel Peralatan Bengkel Utang Usaha Modal Santoso Ket
1 6.600 – 4.350 – 10.950 Modal awal
2 (1.000) 1.000 – 1.500 (2.500) –
3 (900) – – – (900) Beban sewa

c. Persamaan Dasar Akuntansi (dalam ribuan rupiah)
No Kas Perlengkapan Bengkel Peralatan Bengkel Utang Usaha Modal Santoso Ket
1 6.600 – 4.350 – 10.950 Modal awal
2 (1.000) 2.500 – 1.500 – –
3 (900) – – – (900) Beban sewa

d. Persamaan Dasar Akuntansi (dalam ribuan rupiah)
No Kas Perlengkapan Bengkel Peralatan Bengkel Utang Usaha Modal Santoso Ket
1 6.600 – 4.350 – 6.600 Modal awal
2 (2.500) 2.500 – – – –
3 (900) – – – (900) Beban sewa

e. Persamaan Dasar Akuntansi (dalam ribuan rupiah)
No Kas Perlengkapan Bengkel Peralatan Bengkel Utang Usaha Modal Santoso Ket
1 6.600 4.350 – – 10.950 Modal awal
2 (1.000) 2.500 – 1.500 – –
3 (900) – – – (900) Beban sewa

27. Service Electronik Jaya membeli perlengkapan service seharga Rp1.500.000,00.Kejadian di atas akan dicatat dalam jurnal umum oleh Service Electronik Jaya adalah….
a. Kas Rp1.500.000,00 –
Perlengkapan service – Rp1.500.000,00
b. Perlengkapan service Rp1.500.000,00 –
K a s – Rp1.500.000,00
c. Perlengkapan service Rp1.500.000,00 –
Utang usaha – Rp1.500.000,00
d. Peralatan service Rp1.500.000,00 –
Kas – Rp1.500.000,00
e. Kas Rp1.500.000,00 –
Pealatan service – Rp1.500.000,00

28. Neraca Sisa
N0 Nama Akun D K
104 Sewa dibayar di muka Rp.5.400.000,00 –

Data penyesuaian per 31 Desember 2006:
1. Sewa dibayar pada tanggal 2 April 2006 untuk jangka waktu satu tahun.
Berdasarkan neraca sisa dan data penyesuaian di atas maka jurnal penyesuaiannya adalah….
a. Beban sewa Rp.1.350.000,00 –
Sewa dibayar di muka – Rp.1.350.000,00
b. Beban sewa Rp.4.050.000,00 –
Sewa dibayar di muka – Rp.4.050.000,00
c. Sewa dibayar di muka Rp.1.350.000,00 –
Beban sewa – Rp.1.350.000,00
d. Sewa dibayar di muka Rp.4.050.000,00 –
Beban sewa – Rp.4.050.000,00
e. Beban sewa Rp.5.400.000,00 –
Sewa dibayar di muka – Rp.5.400.000,00

29. Di bawah ini adalah sebagian jurnal penyesuaian yang dibuat oleh PD Semar per 31 Desember 2006:
1. Sewa dibayar di muka Rp.1.400.000,00 –
Beban sewa – Rp.1.400.000,00
2. Beban gaji Rp.2.900.000,00 –
Utang gaji – Rp.2.900.000,00
3. Beban asuransi Rp.1.800.000,00 –
Asuransi dibayar di muka – Rp.1.800.000,00
4. Beban penyusutan kendaraan Rp.800.000,00 –
Akum. Penyusutan kendaraan – Rp.800.000,00
Berdasarkan jurnal penyesuaian tersebut di atas yang perlu dibuatkan jurnal balik oleh PD Semar pada awal tahun 2007 adalah….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 2 dan 3

30. Penyelesaian kertas kerja di bawah ini yang benar adalah….
(dalam ribuan Rupiah)
No Nama akun Neraca Sisa Penyesuaian NSD Laba/ Rugi Neraca
D K D K D K D K D K
1 Perlengkapan bengkel 2.000 – – 1.600 400 – 400 – – –
2 Asuransi dibayar di muka 3.600 – – 2.400 1.200 – – – 1.200 –
3 Utang usaha – 10.000 – – – 10.000 – – – 10.000
4 Beban asuransi 1.600 – – – 1.600 – 1.600 – – –
5 Beban gaji 1.500 – 500 – 1.000 – 1.000 – – –
Penyelesaian akun pada kertas kerja sebagian di atas yang benar adalah….
a. 1, 2 dan 3 d. 2, 4 dan 5
b. 1, 3 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4

31. Salon kecantikan Rohana pada tanggal 31 Desember 2006 mempunyai data sebagai berikut:
Modal akhir Rp50.800.000,00
Pendapatan jasa Rp20.400.000,00
Beban usaha Rp9.900.000,00
Pengambilan prive Rp4.500.000,00
Berdasarkan data di atas maka besarnya modal awal adalah….
a. Rp25.000.000,00 d. Rp56.800.000,00
b. Rp35.800.000,00 e. Rp65.800.000,00
c. Rp44.800.000,00

32. PD Sanjaya pada bulan Nopember 2006 mempunyai beberapa transaksi sebagai berikut:
04 Nopember 2006 : Dijual barang dagangan kepada Toko Rahayu seharga Rp.2.000.000,00 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30
08 Nopember 2006 : Dijual barang dagangan kepada H. Ahmad seharga Rp.1.800.000,00 secara tunai
13 Nopember 2006 : Dijual separtai barang dagangan dengan faktur No. 0140 kepada Toko Merpati seharga Rp.3.000.000,00
15 Nopember 2006 : Diterima kembali sebagian barang dagangan yang dijual kepada Toko Merpati karena rusak senilai Rp.1.000.000,00
Transaksi di atas dicatat dalam jurnal penjualan yang benar adalah….
a. Jurnal Penjualan
Tanggal Keterangan Ref Jumlah
2006 04 Toko Rahayu Rp2.000.000,00
Nopember 08 H. Ahmad Rp1.800.000,00
13 Toko Merpati Rp3.000.000,00
15 Toko Merpati Rp1.000.000,00

b. Jurnal Penjualan
Tanggal Keterangan Ref Jumlah
2006 04 Toko Rahayu Rp2.000.000,00
Nopember 08 H. Ahmad Rp1.800.000,00
13 Toko Merpati Rp3.000.000,00

c. Jurnal Penjualan
Tanggal Keterangan Ref Jumlah
2006 08 H. Ahmad Rp1.800.000,00
Nopember 13 Toko Merpati Rp3.000.000,00
15 Toko Merpati Rp1.000.000,00

d. Jurnal Penjualan
Tanggal Keterangan Ref Jumlah
2006 04 Toko Rahayu Rp2.000.000,00
Nopember 13 Toko Merpati Rp3.000.000,00

e. Jurnal Penjualan
Tanggal Keterangan Ref Jumlah
2006 04 Toko Rahayu Rp2.000.000,00
Nopember 15 Toko Merpati Rp1.000.000,00

33. Jurnal Pembelian
Tanggal Keterangan Ref Jumlah
2007 04 Toko Rahayu Rp2.000.000,00
Januari 18 H. Ahmad Rp1.800.000,00
23 Toko Merpati Rp3.000.000,00
29 Toko Merpati Rp1.000.000,00
Jumlah Rp7.800.000,00
Berdasarkan jurnal pembelian di atas maka posting ke buku besar yang benar adalah ke buku besar….
a. pembelian debet Rp7.800.000,00 dan utang dagang kredit Rp7.800.000,00
b. pembelian kredit Rp7.800.000,00 dan utang dagang debet Rp7.800.000,00
c. pembelian debet Rp7.800.000,00 dan piutang dagang kredit Rp7.800.000,00
d. pembelian kredit Rp7.800.000,00 dan piutang dagang debet Rp7.800.000,00
e. piutang dagang debet Rp7.800.000,00 dan utang dagang kredit Rp7.800.000,00

34. Jurnal Penjualan
Tanggal Keterangan Ref Jumlah
2006 04 Toko Rahayu Rp2.000.000,00
Mei 08 H. Ahmad Rp1.800.000,00
13 Toko Merpati Rp3.000.000,00
15 Toko Merbabu Rp1.000.000,00

Berdasarkan jurnal penjualan di atas posting ke buku besar pembantu yang benar adalah ke buku besar pembantu….
a. utang Toko Rahayu sebelah debet Rp2.000.000,00
b. utang H Ahmad sebelah kredit Rp1.800.000,00
c. piutang Toko Merbabu sebelah debet Rp1.000.000,00
d. piutang Toko Merpati sebelah kredit Rp3.000.000,00
e. piutang Toko Merbabu sebelah kredit Rp1.000.000,00

35. Diketahui data sebagai berikut : persediaan awal Rp.3.000.000,00, pembelian
Rp63.000.000,00, beban angkut pembelian Rp1.600.000,00, retur pembelian Rp.2.500.000,00, potongan pembelian Rp.1.000.000,00 dan persediaan akhir Rp4.500.000,00. Berdasarkan data tersebut maka besarnya harga pokok penjualan (HPP) adalah….
a. Rp56.400.000,00 d. Rp59.600.000,00
b. Rp58.400.000,00 e. Rp62.600.000,00
c. Rp59.400.000,00

36. Sebagian neraca sisa PD Gemilang per 31 Desember 2006 terlihat sebagai berikut:
No Nama Akun Debet Kredit
105 Pesediaan barang dagangan Rp.9.000.000,00 –

Data penyesuaian per 31 Desember 2006 :
Persediaan barang dagangan yang ada sebesar Rp.12.500.000,00
Jika PD Gemilang menggunakan pendekatan ikhtisar laba / rugi maka jurnal penyesuaian untuk akun persediaan yang benar adalah….
a. Persediaan barang Rp.9.000.000,00 –
Ikhtisar laba / rugi – Rp.9.000.000,00
Ikhtisar laba / rugi Rp.12.500.000,00 –
Persediaan barang – Rp.12.500.000,00
b. Ikhtisar laba / rugi Rp.12.500.000,00 –
Persediaan barang – Rp.12.500.000,00
c. Persediaan barang Rp.9.000.000,00 –
Ikhtisar laba / rugi – Rp.9.000.000,00
d. Persediaan barang Rp.3.500.000,00 –
Ikhtisar laba / rugi – Rp.3.500.000,00
e. Ikhtisar laba / rugi Rp.9.000.000,00 –
Persediaan barang – Rp.9.000.000,00
Persediaan barang Rp.12.500.000,00 –
Ikhtisar laba / rugi – Rp.12.500.000,00

37. Penyelesaian kertas kerja sebagian PD Usaha adalah.
(dalam ribuan Rupiah)
No Nama akun Neraca Sisa Penyesuaian NSD Laba/ Rugi Neraca
D K D K D K D K D K
1 Piutang dagang 12.000 – – – 12.000 – – – 12.000 –
2 Perlengkapan toko 2.000 – – 1.500 500 – – – 500 –
3 Peralatan toko 21.000 – – – 21.000 – – – 21.000 –
4 Beban iklan 5.000 – – 3.000 8.000 – 8.000 – – –
5 Utang gaji – – – 900 – 900 – 900 – –
Penyelesaian kertas kerja di atas yang benar adalah….
a. 1, 2 dan 3 d. 2, 4 dan 5
b. 1, 3 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4

38. PD Sentosa pada tanggal 31 Desember 2006 mempunyai sebagian data sebagai berikut:
Penjualan Rp.54.600.000,00, retur penjualan Rp.3.500.000,00, potongan penjualan Rp.1.000.000,00 dan besarnya HPP Rp.36.700.000,00. Berdasarkan data tersebut maka besarnya laba kotor PD Sentosa adalah….
a. Rp13.400.000,00 d. Rp20.400.000,00
b. Rp15.400.000,00 e. Rp22.400.000,00
c. Rp17.900.000,00

39. Data yang dimiliki PD Mekar Sari per 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut:
– Penjualan bersih Rp.35.000.000,00
– Harga Pokok Penjualan Rp.20.000.000,00
– Beban administrasi umum Rp.2.000.000,00
– Beban penjualan Rp.5.000.000,00
– Laba di luar usaha pokok Rp1.800.000,00
– Pajak Penghasilan Badan Usaha Rp.900.000,00
Berdasarkan data di atas maka laba bersih setelah pajak PD Sembrani adalah….
a. Rp5.300.000,00 d. Rp8.900.000,00
b. Rp7.100.000,00 e. Rp9.800.000,00
c. Rp8.100.000,00

40. Sebagian data yang terdapat dalam kolom laba / rugi kertas kerja PD Kemangi adalah sebagai berikut:
No Nama Akun Laba / Rugi
Debet Kredit
401 Penjualan – Rp.15.000.000,00
402 Retur penjualan Rp. 800.000,00 –
403 Potongan penjualan Rp. 200.000,00 –
501 Pembelian Rp.9.500.000,00 –
502 Beban angkut pembelian Rp. 300.000,00 –
503 Retur pembelian – Rp. 500.000,00
504 Potongan pembelian – Rp. 200.000,00

Berdasarkan kertas kerja sebagian di atas maka jurnal penutup yang benar adalah….
a. Ikhtisar laba / rugi Rp.15.000.000,00 –
Penjualan – Rp.15.000.000,00
b. Retur penjualan Rp. 800.000,00 –
Potongan penjualan Rp. 200.000,00 –
Ikhtisar laba / rugi – Rp.1.000.000,00
c. Ikhtisar laba / rugi Rp.9.800.000,00 –
Pembelian – Rp.9.500.000,00
Beban angkut pembelian – Rp. 300.000,00
d. Ikhtisar laba / rugi Rp.500.000,00 –
Retur pembelian – Rp.500.000,00
e. Ikhtisar laba / rugi Rp.200.000,00 –
Potongan pembelian – Rp.200.000,00

KUNCI TRYOUT UJIAN NASIONAL 2009/2010

Mata Pelajaran : Ekonomi
Tahun Pelajaran : 2009-2010
Penyusun : Drs.Sumarno
P a k e t Soal : 2 ( dua )

1. = B 21 = A
2 = C 22 = A
3. = B 23 = E
4. = B 24 = B
5. = A 25 = C
6. = A 26 = E
7. = B 27 = B
8. = A 28 = B
9. = E 29 = A
10 = B 30 = C
11 = A 31 = C
12 = E 32 = D
13 = B 33 = A
14 = A 34 = C
15 = D 35 = D
16 = A 36 = E
17. = B 37 = A
18 = A 38 = A
19 = B 39 = D
20 = A 40 = C

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Pembelajaran Kontekstual

Oleh : Depdiknas
A. Latar belakang
Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang
Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil
Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual
B. Pemikiran tentang belajar
Pendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecenderungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut.
1. Proses belajar
• Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkontruksi pengetahuan di benak mereka.
• Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, dan bukan diberi begitu saja oleh guru.
• Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki sesorang itu terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan.
• Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.
• Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru.
• Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide.
• Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan sesorang.
2. Transfer Belajar
• Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain.
• Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sedikit demi sedikit)
• Penting bagi siswa tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu
3. Siswa sebagai Pembelajar
• Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu, dan seorang anak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru.
• Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting.
• Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara yang baru dan yang sudah diketahui.
• Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri.
4. Pentingnya Lingkungan Belajar
• Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari guru akting di depan kelas, siswa menonton ke siswa akting bekerja dan berkarya, guru mengarahkan.
• Pengajaran harus berpusat pada bagaimana cara siswa menggunakan pengetahuan baru mereka.Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya.
• Umpan balik amat penting bagi siswa, yang berasal dari proses penilaian yang benar.
• Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.
C. Hakekat Pembelajaran Kontekstual
Pembelajarn kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment)
D. Pengertian Pembelajaran Kontekstual
1. Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.
2. Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat
E. Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Tradisional
Kontekstual
1. Menyandarkan pada pemahaman makna.
2. Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa.
3. Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
4. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan.
5. Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.
6. Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang.
7. Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok).
8. Perilaku dibangun atas kesadaran diri.
9. Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman.
10. Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri. yang bersifat subyektif.
11. Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tersebut merugikan.
12. Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik.
13. Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting.
14. Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik.
Tradisional
1. Menyandarkan pada hapalan
2. Pemilihan informasi lebih banyak ditentukan oleh guru.
3. Siswa secara pasif menerima informasi, khususnya dari guru.
4. Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis, tidak bersandar pada realitas kehidupan.
5. Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan.
6. Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu.
7. Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas, mendengar ceramah, dan mengisi latihan (kerja individual).
8. Perilaku dibangun atas kebiasaan.
9. Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan.
10. Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai rapor.
11. Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman.
12. Perilaku baik berdasarkan motivasi entrinsik.
13. Pembelajaran terjadi hanya terjadi di dalam ruangan kelas.
14. Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan.
F. Penerapan Pendekatan Kontekstual Di Kelas
Pembelajaran Kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.
Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya
1. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik
2. kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
3. Ciptakan masyarakat belajar.
4. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
5. Lakukan refleksi di akhir pertemuan
6. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara
G. Tujuh Komponen Pembelajaran Kontekstual
1. Konstruktivisme
• Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal.
• Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan
2. Inquiry
• Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman.
• Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis
3. Questioning (Bertanya)
• Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa.
• Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry
4. Learning Community (Masyarakat Belajar)
• Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar.
• Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri.
• Tukar pengalaman.
• Berbagi ide
5. Modeling (Pemodelan)
• Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar.
• Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya
6. Reflection ( Refleksi)
• Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari.
• Mencatat apa yang telah dipelajari.
• Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok
7. Authentic Assessment (Penilaian Yang Sebenarnya)
• Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa.
• Penilaian produk (kinerja).
• Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual
H. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual
• Kerjasama
• Saling menunjang
• Menyenangkan, tidak membosankan
• Belajar dengan bergairah
• Pembelajaran terintegrasi
• Menggunakan berbagai sumber
• Siswa aktif
• Sharing dengan teman
• Siswa kritis guru kreatif
• Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain
• Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan lain-lain
I. Menyusun Rencana Pembelajaran Berbasis Kontekstual
Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan authentic assessmennya.
Dalam konteks itu, program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya.
Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang membedakannya hanya pada penekanannya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya.
Atas dasar itu, saran pokok dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut.
1. Nyatakan kegiatan pertama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara Standar Kompetensi, Kompetensi dasar, Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar.
2. Nyatakan tujuan umum pembelajarannya.
3. Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu
4. Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa
5. Nyatakan authentic assessmentnya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran.

METODE MENGAJAR sesuai TIPOLOGI SISWA

Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa

Judul: Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa
Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan.
Nama & E-mail (Penulis): Adrian
Saya Mahasiswa di S-3 PPs Universitas Negeri Yogyakarta
Topik: Metodologi Pengajaran
Tanggal: 20 Oktober 2004
Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa *)
Oleh : Adrian **)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Ada dua buah konsep kependidikan yang berkaitan dengan lainnya, yaitu belajar ( learning ) dan pembelajaran ( intruction ). Konsep belajar berakar pada pihak peserta didik dan konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik.

Dalam proses belajar mengajar (PBM) akan terjadi interaksi antara peserta didik dan pendidik. Peserta didik adalah seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya, sedang pendidik adalah seseorang atau sekelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar mengajar dan seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.

Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode mengajar, media dan evaluasi. Tujuan pembelajaran adalah perubahan prilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti : perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behaviour) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya.

Tujuan pembelajaran yang diinginkan tentu yang optimal, untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik, salah satu diantaranya yang menurut penulis penting adalah metodologi mengajar.

Mengajar merupakan istilah kunci yang hampir tak pernah luput dari pembahasan mengenai pendidikan karena keeratan hubungan antara keduanya.

Metodologi mengajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) bergantung pada cara/mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya enak menurut siswa, maka siswa akan tekun, rajin, antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan dan tingkah laku pada siswa baik tutur katanya, sopan santunnya, motorik dan gaya hidupnya.

Metodologi mengajar banyak ragamnya, kita sebagai pendidik tentu harus memiliki metode mengajar yang beraneka ragam, agar dalam proses belajar mengajar tidak menggunakan hanya satu metode saja, tetapi harus divariasikan, yaitu disesuaikan dengan tipe belajar siswa dan kondisi serta situasi yang ada pada saat itu, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik dapat terwujud/tercapai. Karena begitu pentingnya metode mengajar dalam pembelajaran maka penulis tergugah untuk menulis dan menguraikannya sehingga makalah ini penulis beri judul “Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa”.

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka timbul masalah-masalah sebagai berikut :

1. Benarkah pendidikan dapat menumbuhkembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kegiatan pengajaran ?

2. Adakah Interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) ?

3. Apakah komponen-komponen dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ?

4. Apakah tipe belajar siswa berbeda-beda ?

5. Apakah pendidik perlu mengenal tipe belajar siswa ?

6. Apakah tipe belajar siswa perlu di observasi ?

7. Apakah pendidik perlu memiliki berbagai macam metode mengajar ?

8. Apa hubungan metodologi mengajar dengan tipe belajar siswa ?

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, agar penguraian makalah lebih terarah dan terfokus maka penulis batasi pada point 4,5,6,7 dan 8 dari identifikasi masalah di atas yaitu :

1. Apakah tipe belajar siswa berbeda-beda ?

2. Apakah pendidik perlu mengenal tipe belajar siswa ?

3. Apakah tipe belajar siswa perlu di observasi ?

4. Apakah pendidik perlu memiliki berbagai macam metode mengajar ?

5. Apa hubungan metodologi mengajar dengan tipe belajar siswa ?

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, Identifikasi dan batasan masalah maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

1. Apakah tipe belajar siswa berbeda-beda ?

2. Apakah pendidik perlu mengenal tipe belajar siswa ?

3. Apakah tipe belajar siswa perlu di observasi ?

4. Apakah pendidik perlu memiliki berbagai macam metode mengajar ?

5. Apa hubungan metodologi mengajar dengan tipe belajar siswa ?

E. Tujuan Penulisan Makalah

Penulisan makalah ini bertujuan untuk menginformasikan bagi para pembaca, bahwa betapa pentingnya metodologi mengajar dikuasai oleh pendidik, dan diusahakan metodologi yang dimiliki pendidik pada saat praktek disesuaikan dengan tipe belajar siswa, sehingga diharapkan materi yang kita sampaikan terekam dan tercerna oleh peserta didik, dan dapat ditunjukan oleh mereka pada sikap dan prilaku dalam kesehariannya.

II. PEMBAHASAN

A. Pengertian

1. Pengertian Tipe

Tipe : sikap, gerak, gerik, lagak yang menandai ciri seseorang, atau gerakan tertentu yang diatur untuk menarik perhatian orang lain.

2. Pengertian Belajar

² Cronbach (1954) berpendapat : Learning is shown by a change in behaviour as result of experience ; belajar dapat dilakukan secara baik dengan jalan mengalami.

² Menurut Spears : Learning is to observe, to read, to imited, to try something themselves, to listen, to follow direction, dimana pengalaman itu dapat diperoleh dengan mempergunakan panca indra.

² Robert. M. Gagne dalam bukunya : The Conditioning of learning mengemukakan bahwa : Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan, bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalam diri dan keduanya saling berinteraksi. Dalam teori psikologi konsep belajar Gagne ini dinamakan perpaduan antara aliran behaviorisme dan aliran instrumentalisme.

² Lester.D. Crow and Alice Crow mendefinisikan : Learning is the acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap-sikap.

² Hudgins Cs. (1982) berpendapat Hakekat belajar secara tradisional belajar dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dalam tingkah laku, yang mengakibatkan adanya pengalaman .

² Jung , (1968) mendefinisikan bahwa belajar adalah suatu proses dimana tingkah laku dari suatu organisme dimodifikasi oleh pengalaman.

² Ngalim Purwanto, (1992 : 84) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya.Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.

Pada dasarnya prinsip belajar lebih dititikberatkan pada aktivitas peserta didik yang menjadi dasar proses pembelajaran baik dijenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah lanjutan Tingkat Atas (SLTA) maupun Tingkat Perguruan Tinggi.

3. Pengertian Siswa / Peserta Didik

² A person registrered in an education and pursuing a course of study (Seseorang yang terdaftar pada sebuah lembaga pendidikan dan mengikuti suatu jalur studi). Asa S. Knowles, Editor-in-Chief, The International Encyclopedia of Higher Education, Volume 1, 1977.

² A student is a man or woman, who knows how tp read books. (Seorang peserta didik adalah seorang pria atau wanita yang mengetahui cara membaca buku-buku). The Future of The Indian University

² Peserta didik (siswa) adalah seseorang atau sekelompok orang yang bertindak sebagai pelaku pencari, penerima dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkannya untuk mencapai tujuan (Aminuddin Rasyad, 2000 : 105)

² Peserta didik atau siswa atau murid atau terdidik.

Siapa dan bagaimana peserta didik itu ?

1) Peserta didik sebagai individu / pribadi ( manusia seutuhnya ) :

Individu ini diartikan “Seseorang yang tidak bergantung pada orang lain, dalam arti benar-benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak dipaksa dari luar, juga mempunyai sifat dan keinginan sendiri ( Abu Ahmadi, 1991 ; 39 )

Untuk itu peserta didik harus dipandang secara filosofis, yaitu menerima kehadiran keakuannya, keindividuannya, sebagaimana mestinya ia ada ( eksistensinya ).

2) Peserta didik menurut tahap dan perkembangan umur

a. 0 – 7 tahun masa kanak-kanak

masa kanak-kanak adalah masa mulai bermain, berkawan, berkomunikasi dengan dunia luar.

b. 7 – 14 tahun masa sekolah

pada usia-usia 12 tahunan biasanya siswa memasuki masa kritis, dimana pendidik harus lebih memperhatikan dan memberi pengertian, serta bimbingan.

c. 14 – 21 tahun puberitas

masa puberitas terbagi tiga :

a) Masa pra puberitas : wanita 12 – 13 th Laki-laki 13 – 14 th

b) Masa puberitas : wanita 13 – 18 th Laki-laki 14 – 18 th

c) Masa adolesen : wanita 18 – 21 th Laki-laki 18 – 23 th

3) Peserta didik menurut status dan tingkat kemampuan.

Kata status disini diartikan dengan keadaan peserta didik dipandang secara umum dalam kemampuannya ( kecerdasannya ).

Kemampuan peserta didik dapat digolongkan 3 kelompok :

a. Peserta didik super normal

b. Peserta didik normal

c. Peserta didik sub normal

Untuk lebih rincinya lihat skema dibawah ini :

Genius IQ 140 keatas
Super normal Gifted IQ 130 – 140
Superior IQ 110 – 130
Normal dan Normal IQ 90 – 110
Derajat mental Sedikit di bawah
Normal Sub Normal /
Berdoline IQ 70 – 90
Debil IQ 50 – 70
Sub normal Insibil IQ 25 – 50
Idiot IQ 20 – 25

4. Pengertian Tipe Belajar Siswa

Dari pengertian-pengertian yang penulis uraikan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tipe belajar siswa adalah suatu sikap atau lagak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya, berdasarkan pengalaman yang dialaminya sendiri dengan mempergunakan alat indranya.

5. Pengertian Metodologi

Metodologi berasal dari bahasa Latin ” Meta ” dan ” Hodos ” meta artinya jauh (melampaui), Hodos artinya jalan (cara). Metodologi adalah ilmu mengenai cara-cara mencapai tujuan.

6. Pengertian Mengajar

² Arifin (1978) mendefinisikan bahwa mengajar adalah ” . suatu rangkaian kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada murid agar dapat menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu “.

² Tyson dan Caroll (1970) mengemukakan bahwa mengajar ialah . a way working with students … A process of interaction . the teacher does something to student, the students do something in return. Dari definisi itu tergambar bahwa mengajar adalah sebuah cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan.

² Nasution (1986) berpendapat bahwa mengajar adalah ” . suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar”.

² Tardif (1989) mendefinisikan, mengajar adalah . any action performed by an individual (the teacher) with the intention of facilitating learning in another individual (the learner), yang berarti mengajar adalah perbuatan yang dilakukan seseorang (dalam hal ini pendidik) dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain (dalam hal ini peserta didik) melakukan kegiatan belajar.

² Biggs (1991), seorang pakar psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga macam pengertian yaitu :

a. Pengertian Kuantitatif dimana mengajar diartikan sebagai the transmission of knowledge, yakni penularan pengetahuan. Dalam hal ini guru hanya perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan menyampaikan kepada siswa dengan sebai-baiknya. Masalah berhasil atau tidaknya siswa bukan tanggung jawab pengajar.

b. Pengertian institusional yaitu mengajar berarti . the efficient orchestration of teaching skills, yakni penataan segala kemampuan mengajar secara efisien. Dalam hal ini guru dituntut untuk selalu siap mengadaptasikan berbagai teknik mengajar terhadap siswa yang memiliki berbagai macam tipe belajar serta berbeda bakat , kemampuan dan kebutuhannya.

c. Pengertian kualitatif dimana mengajar diartikan sebagai the facilitation of learning, yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan belajar siswa mencari makna dan pemahamannya sendiri.

Dari definisi-definisi mengajar dari para pakar di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mengajar adalah suatu aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga terjadi proses belajar dan tujuan pengajaran tercaqpai.

7. Pengertian Metodologi Mengajar

Dari definisi-definisi metodologi dan mengajar yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pengertian metodolgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.

Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.

B. Metode Mengajar

Beberapa metode mengajar yang dapat divariasikan oleh pendidik diantaranya :

1. Metode Ceramah (Preaching Method)

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.

Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :

a. Membuat siswa pasif

b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa

c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)

d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.

e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.

f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).

g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :

a. Guru mudah menguasai kelas.

b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar

c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.

d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

2. Metode diskusi ( Discussion method )

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :

a. Mendorong siswa berpikir kritis.

b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.

c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.

d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :

a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan

b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.

c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :

a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.

b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.

c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.

d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

3. Metode demontrasi ( Demonstration method )

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).

Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :

a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .

b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.

c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.

b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .

c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.

b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan

c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

4. Metode ceramah plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :

a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).

Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.

Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :

1). Penyampaian materi oleh guru.

2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.

3). Pemberian tugas kepada siswa.

b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)

Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.

c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)

5. Metode resitasi ( Recitation method )

Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.

Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :

a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.

b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :

a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.

b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.

c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

6. Metode percobaan ( Experimental method )

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)

Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.

Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :

a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.

b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.

c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :

a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.

b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.

c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.

7. Metode Karya Wisata ( Study tour method )

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :

a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.

b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.

c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :

a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.

b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.

c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.

d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.

e. Biayanya cukup mahal.

f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.

8. Metode latihan keterampilan ( Drill method )

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.

Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :

a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.

b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.

c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :

a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.

b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.

c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.

d. Dapat menimbulkan verbalisme.

9. Metode mengajar beregu ( Team teaching method )

Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.

10. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method )

Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri

11. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method )

Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.

12. Metode perancangan ( projeck method )

yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :

a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.

b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :

a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.

b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.

c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.

d. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

13. Metode Bagian ( Teileren method )

yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.

14. Metode Global (Ganze method )

yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.

C. Perbandingan Ciri Khas Metode Mengajar

Metode Sifat Materi Tujuan Keunggulan Kelemahan

CeramahDemonstrasiDiskusi Informatif, faktualPrinsipal,faktual,keterampilanPrinsipal, konseptual, keterampilan Pemahaman PengetahuanPemahaman aplikasiPemahamanAnalisis, sintesis,Evaluasi, aplikasi Lebih banyak materi yang tersajiSiswa berpengalamanDan berkesan mendalam.Siswa aktif, berani dan kritis Siswa pasifLebih banyak alat dan biayaMemboroskan waktuDidominasiSiswa yangpintar

Metode mengajar yang dimiliki pendidik usahakan divariasikan, agar siswa-siswi dalam kelas yang tipe belajarnya pasti beragam itu dapat menerima, mencerna, menguasai materi yang diberikan oleh pendidik seefisien dan seefektif mungkin. Bagaimana agar yang kita harapkan itu menjadi kenyataan ? Salah satu solusinya adalah pendidik disamping menguasai beberapa metode mengajar, harus tahu juga tipe belajar para siswanya. Supaya sinkron antara metode mengajar pendidik dengan tipe belajar peserta didik. Artinya metode yang digunakan dalam megajar telah disesuaikan dengan tipe belajar peserta didik. Misal tipe belajar siswa visual, maka akan lebih mudah dicerna oleh siswa apabila guru mengajar dengan slide, makalah, atau digambarkan langsung di papan tulis. Untuk itu mari kita lihat beberpa tipe belajar siswa .

D. Beberapa Tipe Belajar Siswa

Mengetahui tipe belajar siswa membantu guru untuk dapat mendekati semua atau hampir semua murid hanya dengan menyampaikan informasi dengan gaya yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan tipe belajar siswa.

Beberapa Tipe Belajar Siswa Sebagai Berikut :

1. Tipe Belajar Visual.

Bagi siswa yang bertipe belajar visual, yang mememgang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Ciri-ciri Tipe Belajar Visual :

² Bicara agak cepat

² Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi

² Tidak mudah terganggu oleh keributan

² Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar

² Lebih suka membaca dari pada dibacakan

² Pembaca cepat dan tekun

² Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata

² Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato

² Lebih suka musik dari pada seni

² Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

² Mengingat dengan Asosiasi Visual

2. Tipe Belajar Auditif.

Siswa yang bertipe auditif mengandalakan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Karena akan sia-sialah guru yang menerangkan kepada siswa tuli, walaupun guru tersebut menerangkan dengan lantang , jelas dan dengan intonasi yang tepat.

Ciri-ciri Tipe Belajar Auditif :

² Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri

² Penampilan rapi

² Mudah terganggu oleh keributan

² Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat

² Senang membaca dengan keras dan mendengarkan

² Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

² Biasanya ia pembicara yang fasih

² Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya

² Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

² Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain

² Berbicara dalam irama yang terpola

² Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

3. Tipe Belajar Kinestetik.

Siswa yang bertipe belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri Tipe Belajar Kinestetik :

² Berbicara perlahan

² Penampilan rapi

² Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan

² Belajar melalui memanipulasi dan praktek

² Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

² Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca

² Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

² Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca

² Menyukai permainan yang menyibukkan

² Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu

² Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

4. Tipe Belajar Taktil.

Taktil artinya rabaan atau sentuhan. Siswa yang seperti ini penyerapan hasil pendidikannya melaui alat peraba yaitu tangan atau kulit.

Contoh : mengatur ruang ibadah, menentukan buah-buahan yang rusak (busuk)

5. Tipe Belajar Olfaktoris.

Keberhasilan siswa yang bertipe olfaktoris , tergantung pada alat indra pencium, tipe siswa ini akan sangat cepat menyesuaikan dirinya dengan suasana bau lingkungan.

Siswa tipe ini akan cocok bila bekerja di : laboratorium

6. Tipe Belajar Gustative.

Siswa yang bertipe gustative ( kemampuan mencicipi ) adalah mereka yang mencirikan belajarnya lebih mengandalkan kecapan lidah. Mereka akan lebih cepat memahami apa yang dipelajarinya melalui indra kecapnya.

7. Tipe Belajar Kombinatif.

Siswa bertipe kombinatif adalah siswa yang dapat dan mampu mengikuti pelajaran dengan menggunakan lebih dari satu alat indra.Ia dapat menerima pelajaran dangan mata dan telinga sekaligus ketika belajar.

Karena banyak ragam tipe belajar siswa, maka kita sebagai pendidik hendaknya mengenali betul anak didik kita dan hendaknya pendidik memiliki berbagai metode mengajar, agar siswa dapat menerima atau mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya dengan seefektif dan seefisien mungkin.

F. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa

a. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yaitu kondisi/keadaan jasmani dan rohani siswa

b. Faktor ekstenal (faktor dari luar siswa), yaitu kondisi lingkungan disekitar siswa.

c. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

Untuk memperjelas uraian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa, perhatikan bagan di bawah ini :

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Ragam Faktor dan Elemennya

Internal Siswa Eksternal Siswa Pendekatan Belajar Siswa

1. Aspek Fisiologis :- Tonus Jasmani- Mata dan telinga2. Aspek Psikologis- intelegensi- sikap- minat- bakat- motivasi 1. Lingkungan Sosial- keluarga- guru dan staf- masyarakat- teman2. Lingkungan Nonsosial- rumah- sekolah- peralatan- alam 1. Pendekatan Tinggi- speculative- achieving2. Pendekatan Sedang- analitical- deep3. Pendekatan Rendah- reproductive- surface

G. Hubungan Metodologi Mengajar Dengan Tipe Belajar

Beberapa metode mengajar yang telah penulis uraikan di atas sebaiknya dikuasai dan divariasikan oleh pendidik, dengan tujuan pada saat mengajar dipraktekkan langsung, agar siswa yang terdiri dari bebrapa tipe belajar tersebut dapat menyimak, menerima, mencerna dan mengerti, sehingga peserta didik dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti adanya perubahan tingkah laku yang positif yaitu dari tidak tahu menjadi tahu, wawasannya lebih luas, tutur katanya lebih sopan serta gaya hidupnyapun lebih intelek.

Metode mengajar jelas erat hubungannya dengan tipe belajar peserta didik, karena dalam proses belajar mengajar yang baik adalah apabila terjadi interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Untuk itu maka pendidik harus dapat menciptakan situasi yang nyaman, membangkitkan semangat belajar, menggairahkan dan membuat siswa antusias untuk belajar. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Bagaimana cara menciptakannya ?. Perhatikan tipe belajar terbanyak dari siswa yang kita ajar. Jika tipe belajar tebanyak adalah bertipe belajar auditif, maka kita akan tepat jika menggunakan metode ceramah atau mendengarkan kaset, tetapi diselingi juga dengan menunjukkan gambarnya (demonstrasi), dapat juga dengan memutarkan filmnya agar siswa dapat melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi. Dengan harapan peserta didik dalam kelas yang tipe belajarnya beragam itu, dapat menyimak, memperhatikan , sehingga terjadilah proses belajar mengajar dan terdapat interaksi dari keduanya.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh di bahwa ini :

seorang peserta didik baru saja menerima sebuah bingkisan hadiah berupa kotak, setelah peserta didik membukanya, ternyata kotak itu berisi rumah boneka Barbie dalam keadaan terurai terdiri dari 25 bagian yang terpisah-pisah dilengkapi dengan buku petunjuk setebal 20 halaman untuk membantu peserta didik dalam merangkai rumah Barbie tersebut.

¨ Bagaimana peserta didik mengatasi hal ini ?

¨ Apakah peserta didik membaca buku tersebut serta bingung dan tidak jelas sampai ia melihat ilustrasinya dan mulai menyambung bagian-bagiannya ?

¨ Ataukah sebaliknya, peserta didik merasa bingung dengan rangkaian bagian-bagian itu ? Tetapi setelah peserta didik membaca buku petunjuknya semuanya menjadi sangat jelas?

v Jika peserta didik membaca ilustrasi dan akhirnya menjadi jelas bagi peserta didik, maka kemungkinan besar peserta didik tergolong pelajar Visual.

v Karena pendidik tahu tipe belajar siswa yaitu bertipe belajar visual, maka alangkah baiknya pendidik menjelaskan materi dengan metode ceramah, dengan menggunakan slide atau dengan menggunakan modul.

v Jika peserta didik tidak dapat menyelesaikan dalam merangkai bagian-bagian tersebut melalui buku petunjuk ataupun melalui gambarnya, kemudian peserta didik menelpon temennya yang membaerikan hadiah tadi dan menjelaskannya melalui telepon bagaimana cara merankainya dan akhirnya menjadi jelas, maka ini berindikasi bahwa peserta didik tergolong pelajar auditif.

v Karena peserta didiknya bertipe belajar auditif, maka sebaiknya pendidik pada saat mengajar menggunakan metode ceramah, memutarakan kaset, atau divariasikan antara metode ceramah dengan tanya jawab.

v Jika terlihat peserta didik dalam memulai penyelesaian dengan bagian-bagian tersebut secara fisik, mungkin peserta didik tergolong pelajar taktil. Dalam hal ini pendidik harus banyak menggunakan metode demonstrasi disamping metode ceramah atau divariasikan dengan metode latihan keterampilan.

III PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Metode mengajar yang bervariasi perlu dimiliki oleh pendidik dan dipraktekkan pada saat mengajar.

2. Tipe belajar peserta didik perlu diketahui oleh pendidik, melalui observasi agar pendidik dapat menyesuaikan metode apa yang akan diterapkan pada saat mengajar.

3. Tipe belajar siswa berbeda-beda, karena banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya : lingkungan tempat tinggal, keluarga, orang tua, dan sebagainya.

4. Pendidik yang bijaksana dalam pelaksanaan pengajaran (pembelajaran) selalu berfikir bagaimana murid-muridnya, apakah murid-muridnya dapat mengerti apa yang disampaikan, apakah murid mengalami proses belajar, apakah materinya sesuai dengan pemahaman dan kematangan anak, dan sebagainya.

B. Saran

1. Metode mengajar hendaknya disesuaikan dengan tipe belajar siswa agar apa yang disampaikan dapat dicerna, dikuasai, dan dimengerti oleh peserta didik.

2. Hendaknya pendidik mengenal dan memahami peserta didiknya.

3. Pendidik hendaknya memiliki keterampilan metode mengajar yang bervariasi.

4. Bagi mereka yang terlibat dalam dunia keguruan, hendaknya secara antusias untuk meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan , khususnya yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dalam dunia pendidikan.

* ) Materi ini pernah disampaikan pada Diskusi Mahasiswa Program Pascasarjana
UHAMKA angkatan 8.
** ) Penulis adalah Mahasiswa S-3 Pada PPs Universitas Negeri Yogyakarta
Angkatan IV Tahun 2004..

COOPERATIF metode GROUP INVESTIGATION

Pembelajaran Kooperatif Metode Group Investigati
oleh: David Narudin*))

Group Investigationn merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Model Group Investigation dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.
Dalam metode Group Investigation terdapat tiga konsep utama, yaitu: penelitian atau enquiri, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group, (Udin S. Winaputra, 2001:75). Penelitian di sini adalah proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pengetahuan adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan dinamika kelompok menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling beragumentasi.
Slavin (1995) dalam Siti Maesaroh (2005:28), mengemukakan hal penting untuk melakukan metode Group Investigation adalah:
1. Membutuhkan Kemampuan Kelompok.
Di dalam mengerjakan setiap tugas, setiap anggota kelompok harus mendapat kesempatan memberikan kontribusi. Dalam penyelidikan, siswa dapat mencari informasi dari berbagai informasi dari dalam maupun di luar kelas.kemudian siswa mengumpulkan informasi yang diberikan dari setiap anggota untuk mengerjakan lembar kerja.
2. Rencana Kooperatif.
Siswa bersama-sama menyelidiki masalah mereka, sumber mana yang mereka butuhkan, siapa yang melakukan apa, dan bagaimana mereka akan mempresentasikan proyek mereka di dalam kelas.
3. Peran Guru.
Guru menyediakan sumber dan fasilitator. Guru memutar diantara kelompok-kelompok memperhatikan siswa mengatur pekerjaan dan membantu siswa mengatur pekerjaannya dan membantu jika siswa menemukan kesulitan dalam interaksi kelompok.
Para guru yang menggunakan metode GI umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 sampai 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen, (Trianto, 2007:59). Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan mempresentasikan laporannya di depan kelas.
Langkah-langkah penerapan metode Group Investigation, (Kiranawati (2007), dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Seleksi topik
Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
2. Merencanakan kerjasama
Para siswa bersama guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) diatas.
3. Implementasi
Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
4. Analisis dan sintesis
Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
5. Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
6. Evaluasi
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.
Tahapan-tahapan kemajuan siswa di dalam pembelajaran yang menggunakan metode Group Investigation untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut, (Slavin, 1995) dalam Siti Maesaroh (2005:29-30):
Enam Tahapan Kemajuan Siswa di dalam Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Group Investigation
Tahap I
Mengidentifikasi topik dan membagi siswa ke dalam kelompok. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk memberi kontribusi apa yang akan mereka selidiki. Kelompok dibentuk berdasarkan heterogenitas.
Tahap II
Merencanakan tugas. Kelompok akan membagi sub topik kepada seluruh anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti, bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai.
Tahap III
Membuat penyelidikan. Siswa mengumpulkan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membuat kesimpulan dan mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi masalah kelompok.
Tahap IV
Mempersiapkan tugas akhir. Setiap kelompok mempersiapkan tugas akhir yang akan dipresentasikan di depan kelas.
Tahap V
Mempresentasikan tugas akhir. Siswa mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain tetap mengikuti.
Tahap VI
Evaluasi. Soal ulangan mencakup seluruh topik yang telah diselidiki dan dipresentasikan.
Terkait dengan efektivitas penggunaan metode Metode Group Investigation ini, dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Kosgoro Kabupaten Kuningan Tahun 2009 menunjukkan bahwa:
Pertama, dalam pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation berpusat pada siswa, guru hanya bertindak sebagai fasilitator atau konsultan sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran.
Kedua, pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerjasama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang, setiap siswa dalam kelompok memadukan berbagai ide dan pendapat, saling berdiskusi dan beragumentasi dalam memahami suatu pokok bahasan serta memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi kelompok.
Ketiga, pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation siswa dilatih untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi, semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari, semua siswa dalam kelas saling terlihat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut.
Keempat, adanya motivasi yang mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.
Melalui pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation suasana belajar terasa lebih efektif, kerjasama kelompok dalam pembelajaran ini dapat membangkitkan semangat siswa untuk memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat dan berbagi informasi dengan teman lainnya dalam membahas materi pembelajaran.
Dari hasil penelitian ini pula dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dari penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation dipengaruhi oleh faktor-faktor yang kompleks, diantaranya: (1) pembelajaran berpusat pada siswa, (2) pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerjasama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang, (3) siswa dilatih untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi, (4) adanya motivasi yang mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Anita Lie. 2007. Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia. Cet. Ke-5.
Asep Jihad dan Muhtadi Abdullah. 2008. Guru Profesional. Bandung: PT Cipta Persada. Cet. Ke-10.
Azhar Arsyad. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.
Desty Henrliniar. 2004. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chips Terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Pokok Bekerja Dengan Metode Ilmiah Di SMA Negeri I Kuningan. Universitas Kuningan: Pendidikan Biologi.
E. Usman Effendi dan Juhaya S. Praja. 1984. Pengantar Psikologi. Bandung: Angkasa.
Ihat Hatimah, dkk. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Kiranawati. 2007. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation). http: //gurupkn.wordpress.com/ 2007/11/13/ metode-investigasi-kelompok-group-investigation/. (Diakses tgl 13 November 2007).
Kunandar. 2007. Guru Profesional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
M. Ngalim Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mcklar. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat. http://one.indoskripsi.com/ judul-skripsi/ skripsi-lainnya/ penerapan-pembelajaran-kooperatif-model-group- investigation- untuk- meningkatkan- motivasi- dan- has. (Diakses tgl 11 Juni 2008).
Mohammad Ali, dkk. 1984. Bimbingan Belajar. Bandung: CV. Sinar Baru.
Mohamad Surya. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Muslimin Ibrahim, et.al.. 2001. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press. Cet. Ke-2.
Nana Sudjana. 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nunu Nurnaasih. 2007. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Komunikasi Matematik Melalui Pembelajaran Kontekstual. FLIP UNSWAGATI.
Peter Salim. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Modern Englliss Press. Cet.ke-1.
S. Nasution. 1986. Didaktik Azas-Azas Mengajar. Bandung: Jemmars.
Siti Maesaroh. 2005. Efektivitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif Dengan Metode Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Slameto. 2004. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Cet. Ke-4.
Syaiful Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Udin S. Winaputra. 2001. Model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Universitas Terbuka. Cet. Ke-1.
W.S. Winkel. 1986. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.
*)) David Narudin adalah Mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Kuningan Tahun 2004.

GAMES dalam PELATIHAN

Game dalam Pelatihan (I)
Game untuk Perkenalan
======================================================================
Siapa Dia?
Langkah-langkah :
• Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran
• Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku.
• Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur.
• Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya.
• Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: ‘siapa nama Anda?’ atau ‘siapa nama Anda dan apa hobi Anda?’
======================================================================
Kisah Angka-Angka
Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan.
Langkah-langkah :
• Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis)
• Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya untuk menyahut ‘ya’!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa.
• Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar – benar mengingat nomor urutnya masing – masing.
• Setelah yakin, jelaskan bahwa Anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka – angka. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras – keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai – ramai oleh peserta lain.
• Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh.
• Mulai bercerita, misalnya : saudara – saudara, latihan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia ……….. dst. Atau cerita lain yang Anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka – angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ).
• Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan Anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia)
• Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan – perasaan peserta sendiri.
• Simpulkan
======================================================================
Mencari Jodoh
Langkah-langkah :
• Buatlah kalimat pendek yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diberikan , misal : Bersama Membangun Kepedulian. Kalimat yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang, harus disediakan 10 kalimat.
• Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan ditulis di kertas, satu kertas berisi kalimat “Bersama Membangun” dan satu kertas berisi kata “Kepedulian”.
• Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi.
• Bagikan kertas – kertas tergulung yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu orang berpasangan dengan pemandu sendiri )
• Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing – masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap.
• Minta peserta untuk mencari pasangannya masing – masing agar kalimat itu menjadi lengkap.
• Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan arti kalimat tersebut.
• Minta peserta berkumpul lagi dan meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti kalimat kepada peserta yang lain.
======================================================================
Berdirilah Jika …………
Langkah-langkah :
• Minta semua peserta untuk duduk membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah.
• Jelaskan kepada peserta bentuk permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat, peserta mengucapkan kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya; misal : “ Keluarga saya adalah keluarga pedagang….. “; “ Saya seorang perempuan yang berani bicara di depan publik……. “ dsb.
• Ucapkan kalimat – kalimat yang relevan dengan keadaan peserta (jangan sampai ada peserta yang tidak pernah berdiri), contoh – contoh kalimat misalnya :
– Saya adalah petugas lapangan
– Saya lahir di pedesaan
– Saya lahir di kota besar
– Saya memiliki hobby membaca, dsb
• Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara singkat.
======================================================================
Game untuk menghangatkan, kerjasama dan komunikasi
=========================================
1. Menghitung Mundur
Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat atau siswa, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat atau siswa hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah kebiasaan atau cara pandang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, simbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari ‘kebudayaan’ kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat atau siswa untuk menerima hal–hal yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat atau siswa, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka.
Langkah – langkah :
• Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta)
• Pada saat menghitung, minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka ‘tujuh’ atau ‘ kelipatan tujuh’, angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
• Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya, maka permainan dimulai dari awal.
• Sesudah 3 – 4 ronde, permainan tahap 1 selesai
• Permainan tahap – 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas, tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. Peraturan yang diterapkan juga sama, yaitu setiap angka ‘tujuh’ atau angka ‘kelipatan tujuh’ , angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
• Setelah 3-4 ronde, permainan selesai.
• Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan, cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira, apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah – tengah kehidupan masyarakat kita ( apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah ) ?.
=========================================
2. Memahat Patung
Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain.
Langkah – langkah :
• Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan;
• Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri.
• Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya (misal : tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb)
• Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat (selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara)
• Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri ?
• Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ?
• Kemudian diskusikan bersama peserta : Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? Apakah anak – anak bisa ? Apakah orang dewasa bisa ? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini ?
=========================================
3. Memasukan Spidol ke Botol
Langkah–langkah :
• Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul, akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil. Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia, dengan panjang masing – masing 2 meter. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda.
• Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan, sedangkan peserta lain menjadi pengamat.
• Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang), pasangan – pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah – tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil. Pasangan yang tidak ditutup matanya, berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba – aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol.
• Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil.
• Setelah selesai permainan, tanyakan kepada peserta :
• Mengapa mereka memilih pasangannya masing – masing?
• Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol?
• Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah?
• Apabila susah, apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah?
• Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup?
• Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain?
• Tanyakan kepada para pengamat, apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung?
Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta : untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, memerlukan kerjasama di antara mereka, tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.
• Bahas bersama peserta faktor–faktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama.

=========================================
Game untuk menghangatkan, kerjasama dan komunikasi
=========================================
1. Badai Berhembus (The Great Wind Blows)
Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.
Langkah-langkah :
• Aturlah kursi –kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
• Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.
• Pemandu sebagai angin akan mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata’ (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).
• Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.
• Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin.
• Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan ‘angin berhembus kepada yang …………. (sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)
=========================================
2. Lempar spidol
Permainan ini bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta dan pemandu dan antar peserta sendiri . Pelajaran yang bisa dipetik dari permainan ini adalah perlunya sikap hati–hati dan cepat tanggap.
Langkah–langkah :
• Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing.
• Minta peserta bertepuk tangan ketika Anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol Anda tangkap lagi dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali.
• Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga bersenandung. ( bergumam ) : “Mmmmm….!”.
• Ulangi proses ke–3 ini beberapa kali, dan setiap kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks : spidol Anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerk tipu yang cepat !). amati : apakah peserta masih bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ?
• Mintalah tanggapan dan kesan, lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.
=========================================
3. Sepatu Lapangan :
Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok.
Langkah – langkah :
• Bagilah peserta ke dalam kelompok – kelompok kecil ( 5 – 6 orang ), 1 orang akan menjadi pembicara kelompok.
• Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di ‘lapangan’ dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit)
• Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing.
• Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang – orang tersebut mengenai topik diskusi di atas.
• Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan : Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat ? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah ? Apa yang tidak tepat.
=========================================
4. Kompak
Permainan ini bermanfaat untuk menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim.
Langkah–langkah :
• Jelaskan kepada peserta aturan permainan ini
• Bagilah peserta ke dalam 5 – 6 kelompok, yang penting satu kelompok terdiri dari 6 orang.
• Mintalah masing – masing kelompok untuk membuat lingkaran dan satu orang anggota dari masing-masing kelompok untuk berdiri di tengah – tengah kelompoknya.
• Katakana bahwa permainan ini untuk mnguji kita , apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya, dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kea rah mana saja.
• Sementara itu teman-teman dalam kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di tengah tadi, karena permainan ini bisa – bisa akan memakan korban, maka jika yang di tenagh menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran .
=========================================
5. Bercermin
Langkah–langkah :
• Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.
• Bayangan harus mengikuti gerak – gerik orang yang berdandan.
• Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama.
• Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.

BEHAVIORISTIK dan KONSTRUKTIF

Komparasi Pembelajaran Behavioristik dengan Konstruktivistitif
AKHMAD SUDRAJAT

Dalam satu kesempatan perkuliahan, Prof. Nyoman S. Degeng dari Universitas Negeri Malang menyajikan materi tentang Pergeseran Paradigma Pendidikan dari Behavioristik ke Kontruktivistik, yang tampaknya dalam praktik pendidikan di Indonesia saat ini masih berada di persimpangan jalan.
Meski demikian, suka atau tidak suka kita harus mengucapkan “Selamat Tinggal” kepada Behaviorisme yang telah terbukti saat ini tidak lagi bisa diandalkan untuk menghadapi tantangan jaman yang serba kompleks”. Kini waktunya untuk menyambut dan mengucapkan “Selamat Datang” kepada Konstruktivisme yang tampaknya dapat memberikan harapan baru bagi peningkatan mutu pendidikan nasionalMenurut pemikiran beliau terdapat 5 proposisi utama dari pandangan kontruktivisme beserta implikasinya terhadap praktik pembelajaran, yaitu:
Proposisi 1: Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru.
• Dorong munculnya diskusi pengetahuan yang dipelajari
• Dorong munculnya berpikir divergent, bukan hanya satu jawaban benar
• Dorong munculnya berbagai jenis luapan pikiran/aktivitas
• Tekankan pada keterampilan berpikir kritis
• Gunakan informasi pada situasi baru
Proposisi 2: Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar
• Sediakan pilihan tugas
• Sediakan pilihan cara memperlihatkan keberhasilan
• Sediakan waktu yang cukup memikirkan dan mengerjakan tugas
• Jangan terlalu banyak menggunakan tes yang telah ditetapkan waktunya
• Sediakan kesempatan berpikir ulang
• Libatkan pengalaman konkrit
Proposisi 3: Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajarnya
• Berikan kesempatan untuk menerapkan cara berpikir dan belajar yang paling cocok dengan dirinya
• Berdayakan melakukan evaluasi diri tentang cara berpikirnya, cara belajar, atau lainnya
Proposisi 4: Motivasi dan usaha mempengaruhi belajar dan unjuk-kerja
• Motivasilah dengan tugas-tugas riil dalam kehidupan sehari-hari dan kaitkan tugas dengan pengalaman pribadi
• Dorong untuk memahami kaitan antara usaha dan hasil
Proposisi 5: Belajar pada hakekatnya memiliki aspek sosial. Kerja kelompok sangat berharga
• Beri kesempatan untuk melakukan kerja kelompok
• Dorong untuk memainkan peran yang bervariasi
• Perhitungkan proses dan hasil kerja kelompok
Berikut ini dikemukakan pula hasil analisis beliau tentang kedua aliran filsafat pendidikan tersebut.
Komparasi Pembelajaran Behaviorisme dengan Konstruktivisme
BEHAVIORISTIK KONSTRUKTIVISTIK
Pandangan Tentang Pengetahuan, Belajar dan Pembelajaran
Pengetahuan: objektif, pasti, tetap Pengetahuan : non- objektif, temporer, selalu berubah
Belajar: perolehan pengetahuan Belajar: pemaknaan pengetahuan
Mengajar: memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar Mengajar: menggali makna
Mind berfungsi sebagai alat penjiplak struktur pengetahuan Mind berfungsi sebagai alat menginterpretasi sehingga muncul makna yang unik
Si pembelajar diharapkan memiliki pemahaman yang sama dengan pengajar terhadap pengetahuan yang dipelajari Si pembelajar bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari
Segala sesuatu yang ada di alam telah terstruktur, teratur, rapi.
Pengetahuan juga sudah terstruktur rapi Segala sesuatu bersifat temporer, berubah, dan tidak menentu.
Kitalah yang memberi makna terhadap realitas
Masalah Belajar dan Pembelajaran
Keteraturan Ketidakteraturan
Si pembelajar dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas yang ditetapkan lebih dulu secara ketat Si pembelajar dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas
Pembiasaan (disiplin) sangat esensial Kebebasan merupakan unsur yang sangat esensial
Kegagalan atau ketidak-mampuan dalam menambah pengetahuan dikategorikan sebagai KESALAHAN, HARUS DIHUKUM
Keberhasilan atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas dipuji atau diberi HADIAH Kegagalan atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu DIHARGAI
Ketaatan kepada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan
Kontrol belajar dipegang oleh sistem di luar diri si Pembelajar Kontrol belajar dipegang oleh si Pembelajar
Tujuan pembelajaran menekankan pada penambahan pengetahuan
Seseorang dikatakan telah belajar apabila mampu mengungkapkan kembali apa yang telah dipelajari Tujuan pembelajaran me-nekankan pada penciptaan pemahaman, yang menuntut aktivitas kreatif-produktif dalam konteks nyata
Masalah Belajar dan Pembelajaran: Strategi Pembelajaran
Keterampilan terisolasi Penggunaan pengetahuan secara bermakna
Mengikuti urutan kurikulum ketat Mengikuti pandangan si Pembelajar
Aktivitas belajar mengikuti buku teks Aktivitas belajar dalam konteks nyata
Menekankan pada hasil Menekankan pada proses
Masalah Belajar dan Pembelajaran: Evaluasi
Respon pasif Penyusunan makna secara aktif
Menuntut satu jawaban benar Menuntut pemecahan ganda
Evaluasi merupakan bagian terpisah dari belajar Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar