PANDANGAN ISLAM TERHADAP JIN

15 PRINSIP ISLAM DALAM MENGENAL JIN

 

  1. Al Qur’an dan As Sunnah adalah sumber kita dalam mengenal masalah ghoib. Setiap informasi tentang yang ghoib selain dari keduanya harus kita tolak, kecuali yang selaras dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah. Kita tidak boleh mendahului Al Qur’an dan As Sunnah atau lancing terhadap keduanya (Qs. Al Hujurat: 1)

 

 

 

 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

  1. Jin diciptakan dari percikan api neraka sebelum manusia diciptakan (Qs. Ar Rahman: 15)

Artinya:

dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

 

  1. Iblis adalah keturunan jin yang membangkang dari perintah Allah SWT, dia bukan dari golongan malaikat. (Qs. Al Kahfi: 50)

 

 

 

 

 

 

Artinya:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.

 

  1. Allah SWT. menciptakan jin dan manusia dengan satu tujuan yaitu mengabdi kepada Allah SWT. (Qs. Ad Dzariat: 56)

 

Artinya:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

 

  1. Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin (Qs. Al A’raf: 27)

 

 

 

 

 

 

Artinya:

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

 

  1. Syaitan adalah sebutan bagi pembangkang dari golongan jin dan manusia, sebagai musuh bagi orang yang beriman. (Qs. Al An’am: 112)

 

 

 

 

 

Artinya:

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

 

  1. Jin adalah umat seperti manusia ada yang baik dan ada yang jahat. Ada yang mukmin dan ada yang kafir, agama mereka berbeda beda, tetapi mereka    harus     tetap    mengikuti    syariat  (Qs. Al Jin: 11)

 

 

Artinya:

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

 

  1. Jin tidak boleh menampakkan diri kepada manusia, kecuali karena ilmu sihirnya atau karomah dari Allah kepada jin yang bertaqwa. Demikian pula manusia tidak dapat melihat jin kecuali melalui cara sihir atau kerasukan atau mendapat karomah dari Allah (Qs.Al Jin:26-27)

 

 

 

 

Artinya:

(26) (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. (27) Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

 

  1. Setiap manusia dikuti oleh dua qorin dari malaikat dan jin. Qarin malaikat selalu membisikkan kebaikan sedangkan dari jin ada yang kafir dan ada yang muslim, sedangkan qorin dari jin yang mendampingi Rasulullah SAW. telah masuk Islam ( Al hadist)

10.  Memohon perlindungan kepada jin adalah haram, setiap meminta perlindungan terhadap dirinya, kesehatannya, agamanya dan sebagainya. (Qs.Al Jin: 6)

 

 

 

Artinya:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

 

11.  Jin bisa merasuk ke dalam jasad manusia dan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah (Al Hadist)

12.  Syaitan atau jin membangkang tidak akan mampu menguasai orang yang beriman dan selalu bertawakkal kepada Allah (Qs. An Nahl: 99)

 

 

Artinya:

Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

 

13.  Orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanannya dengan syirik mereka mendapat jaminan keamanan dan jaminan petunjuk dari Allah SWT.(Qs. Al An’am: 82)

 

 

 

 

Artinya:

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

14.  Golongan jin terhadap manusia dengan merasuk ke dalam jasadnya adalah tindakan Dzolim. Terapinya adalah dengan cara membersihkan keimanannya dan meluruskan ibadahnya dengan memperbanyak dzikir.

15.  Terapi secara syar’i adalah bagian dari jihad fi sabilillah melawan syaitan. Maka kita haruslah terapi istiqomah di atas jalan yang haq.

 

By Abi Akmal

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: